Terapkan Kampus Merdeka, UIN Walisongo Ajarkan Entrepreneur Berbasis Kecakapan Abad 21
Arif purniawan
Sabtu, 11 September 2021 - 08:27 WIB
Kampus UIN Walisongo Semarang (foto: istimewa)
Pada tahun 2022 mendatang, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, salah satunya entrepreneur. Di kurikulum yang baru, UIN memasukkan kecakapan abad 21, seperti berpikir kritis dan problem solving, kecakapan komunikasi, kecakapan kolaborasi, dan kecakapan kreatif dan inovasi.
Baca Juga:Tantangan Perguruan Tinggi Islam, Studi Keagamaan Kalah Pamor dari Ilmu Umum
Kompetensi yang dibentuk bukan menciptakan pegawai kantoran, melainkan aneka macam keahlian mahasiswa itu yang dimanfaatkan. Jadi ketika tidak ada peluang kerja, kompetensi itu dimanfaatkan.
Wakil Rektor I Bidang Kurikulum Dr Mukhsin Jamil menyampaikan, saat ini sudah tertuang dalam kurikulum, mulai 2022 , mahasiswa bisa mengambil 9 skema terdiri dari pertukaran pelajar, punya proyek mandiri, layanan kemanusiaan, jadi guru, pengusaha, punya keahlian riset kolaboratif, terdiri dari 20 sks selama satu semester.
Salah satu amanat penting dalam kerangka kualifikasi nasional adalah bahwa setiap program studi (prodi) harus memasukkan injeksi entrepreneurship minimal 2 sks sesuai prodi.
“Ada minimal mengenalkan prinsip-prinsip dan basis kemampuan entrepreneur. Bagi yang ingin mengembangkan lebih lanjut, atau mata kuliah pilihan bisa mengambil 6 sks,” katanya.
Ia sudah mendesain kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka (MBKM) di mana seluruh mahasiswa punya hak belajar di luar prodi kurang lebih 20 SKS, atau bisa belajar di perguruan tinggi lain, dengan tetap dibimbing oleh dosen. Begitu lulus, punya skill yang ditekuni.
Baca Juga:Tantangan Perguruan Tinggi Islam, Studi Keagamaan Kalah Pamor dari Ilmu Umum
Kompetensi yang dibentuk bukan menciptakan pegawai kantoran, melainkan aneka macam keahlian mahasiswa itu yang dimanfaatkan. Jadi ketika tidak ada peluang kerja, kompetensi itu dimanfaatkan.
Wakil Rektor I Bidang Kurikulum Dr Mukhsin Jamil menyampaikan, saat ini sudah tertuang dalam kurikulum, mulai 2022 , mahasiswa bisa mengambil 9 skema terdiri dari pertukaran pelajar, punya proyek mandiri, layanan kemanusiaan, jadi guru, pengusaha, punya keahlian riset kolaboratif, terdiri dari 20 sks selama satu semester.
Salah satu amanat penting dalam kerangka kualifikasi nasional adalah bahwa setiap program studi (prodi) harus memasukkan injeksi entrepreneurship minimal 2 sks sesuai prodi.
“Ada minimal mengenalkan prinsip-prinsip dan basis kemampuan entrepreneur. Bagi yang ingin mengembangkan lebih lanjut, atau mata kuliah pilihan bisa mengambil 6 sks,” katanya.
Ia sudah mendesain kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka (MBKM) di mana seluruh mahasiswa punya hak belajar di luar prodi kurang lebih 20 SKS, atau bisa belajar di perguruan tinggi lain, dengan tetap dibimbing oleh dosen. Begitu lulus, punya skill yang ditekuni.