home global news

Ben Gvir Tolak Pembicaraan Damai dengan Hamas, Desak Israel Hentikan Negosiasi

Kamis, 05 September 2024 - 05:05 WIB
Ben Gvir Tolak Pembicaraan Damai dengan Hamas, Desak Israel Hentikan Negosiasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri sayap kanan Israel meningkatkan tekanan pada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Rabu untuk mengakhiri negosiasi gencatan senjata Gaza yang bertujuan untuk membebaskan sandera. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir meminta penghentian pembicaraan tidak langsung dengan Hamas, yang dituduh Israel telah mengeksekusi enam sandera yang tubuhnya ditemukan di terowongan Gaza pekan lalu.

"Sebuah negara yang enam sanderanya dibunuh dengan darah dingin tidak bernegosiasi dengan para pembunuh, tetapi menghentikan pembicaraan, menghentikan pasokan bahan bakar dan listrik, dan menghancurkan mereka hingga mereka runtuh," tulis Ben Gvir di platform media sosial X.

Ben Gvir, bersama dengan Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich, adalah anggota kunci dari pemerintah koalisi Netanyahu dan dengan tegas menentang pembicaraan gencatan senjata, bersikeras bahwa melanjutkan perang di Gaza adalah satu-satunya cara untuk menghancurkan Hamas.

Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas telah berlangsung selama berbulan-bulan melalui mediator dari Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar, tetapi sejauh ini belum ada terobosan.

Amerika Serikat mengatakan pada hari Selasa sudah saatnya untuk "menyelesaikan" kesepakatan untuk mengakhiri perang yang akan membantu membebaskan sandera dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Washington akan bekerja "dalam beberapa hari mendatang" dengan mediator lainnya "untuk mendorong kesepakatan akhir," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller. "Sudah saatnya menyelesaikan kesepakatan itu," tambahnya.

Namun, Netanyahu menolak memberikan "konsesi" apa pun dalam negosiasi ini, meskipun ada tekanan domestik dan internasional yang meningkat setelah ditemukannya enam sandera yang tewas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya