Abdul Mu’ti Paparkan Empat Kelompok yang Patut Menjadi Teladan di Hadapan Mahasiswa Baru Unimus
Tim langit 7
Kamis, 05 September 2024 - 21:00 WIB
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti, menyebutkan empat kelompok manusia yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyebutkan empat kelompok manusia yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Kelompok pertama adalah ulul ilmi, yaitu orang-orang yang berilmu. Ulul ilmi bukan hanya sekadar memiliki pengetahuan, tetapi juga kedalaman wawasan yang luas.
“Mereka adalah orang-orang yang memiliki ketinggian secara keilmuan, yang dalam Al-Quran disebut sebagai ulul ilmi,” jelasnya dalam Orasi Masa Ta’aruf (Masta) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Rabu (4/9).
Mu’ti menggambarkan ulul ilmi sebagai sosok yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan pengetahuan tersebut kepada orang lain.
“Mereka diibaratkan sebagai penjaga kebijaksanaan yang membawa pencerahan bagi umat manusia,” ujar Mu’ti.
Kelompok kedua yakni ulul albab, yaitu individu yang senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keilmuan mereka melalui refleksi dan pemikiran mendalam tentang ciptaan Allah.
“Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki ilmu yang tinggi dan selalu berusaha untuk meningkatkan keilmuannya,” tuturnya.
Kelompok pertama adalah ulul ilmi, yaitu orang-orang yang berilmu. Ulul ilmi bukan hanya sekadar memiliki pengetahuan, tetapi juga kedalaman wawasan yang luas.
“Mereka adalah orang-orang yang memiliki ketinggian secara keilmuan, yang dalam Al-Quran disebut sebagai ulul ilmi,” jelasnya dalam Orasi Masa Ta’aruf (Masta) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Rabu (4/9).
Mu’ti menggambarkan ulul ilmi sebagai sosok yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan pengetahuan tersebut kepada orang lain.
“Mereka diibaratkan sebagai penjaga kebijaksanaan yang membawa pencerahan bagi umat manusia,” ujar Mu’ti.
Kelompok kedua yakni ulul albab, yaitu individu yang senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keilmuan mereka melalui refleksi dan pemikiran mendalam tentang ciptaan Allah.
“Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki ilmu yang tinggi dan selalu berusaha untuk meningkatkan keilmuannya,” tuturnya.