Bacaan Doa untuk Redakan Kecemasan dan Stres
Tim langit 7
Kamis, 12 September 2024 - 04:00 WIB
Ilustrasi.
Kecemasan dan stres menjadi masalah yang semakin umum di seluruh dunia, termasuk di kalangan umat Islam. Di tengah-tengah kesibukan dan tekanan hidup, Islam menawarkan doa-doa yang berfungsi sebagai obat bagi hati yang gelisah.
Nabi Muhammad Saw telah mengajarkan banyak doa yang dapat membantu seorang Muslim meraih ketenangan dalam menghadapi rasa cemas dan stres.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, Nabi Saw bersabda: “Tidaklah seorang hamba tertimpa kecemasan atau kesedihan, lalu dia berdoa dengan mengatakan:
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ , سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ اسْتَأثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي،
‘Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba laki-laki-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, hukum-Mu pasti berlaku padaku, takdir-Mu adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama-Mu, yang Engkau berikan kepada diri-Mu sendiri, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghapus kesedihanku, dan penghilang kecemasanku,’ (HR. Ahmad).
Baca juga:Maulid Nabi Muhammad SAW Harus Terus Diperingati, Ini Penjelasannya
Doa ini mencerminkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Dengan mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya dan seluruh hidup kita berada di bawah kuasa-Nya, seorang Muslim diajarkan untuk berserah diri dan melepaskan kendali yang seolah-olah dimiliki atas hidupnya.
Nabi Muhammad Saw telah mengajarkan banyak doa yang dapat membantu seorang Muslim meraih ketenangan dalam menghadapi rasa cemas dan stres.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, Nabi Saw bersabda: “Tidaklah seorang hamba tertimpa kecemasan atau kesedihan, lalu dia berdoa dengan mengatakan:
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ , سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ اسْتَأثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي،
‘Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba laki-laki-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, hukum-Mu pasti berlaku padaku, takdir-Mu adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama-Mu, yang Engkau berikan kepada diri-Mu sendiri, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghapus kesedihanku, dan penghilang kecemasanku,’ (HR. Ahmad).
Baca juga:Maulid Nabi Muhammad SAW Harus Terus Diperingati, Ini Penjelasannya
Doa ini mencerminkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Dengan mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya dan seluruh hidup kita berada di bawah kuasa-Nya, seorang Muslim diajarkan untuk berserah diri dan melepaskan kendali yang seolah-olah dimiliki atas hidupnya.