Teladan Rasulullah SAW tentang Akhlak dan Toleransi
Tim langit 7
Kamis, 26 September 2024 - 10:00 WIB
Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal
Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal mengajak kembali menggali teladan toleransi atau tasamuh dari akhlak Rasulullah Muhammad SAW.
Ajakan itu disampaikan Fathurrahman dalam Gerakan Subuh Mengaji (GSM) ‘Aisyiyah Jawa Barat “Gerakan Spiritualitas Ihsani Muhammadiyah di Era Disrupsi” yang ditayangkan melalui Channel YouTube TvMU Channel, Rabu (25/9/2024).
Sebagai utusan tentu banyak pelajaran yang bisa didapatkan dari sejarah kehidupan Rasulullah Muhammadiyah, termasuk dalam membangun relasi dengan kelompok maupun komunitas lintas iman. Fathur menyebut, rasa kemanusiaan yang dimiliki Rasulullah itu otentik dalam bingkai bimbingan Allah SWT.
Baca juga:Shalat vs Kemanusiaan, Mana yang Harus Diprioritaskan?
Bahkan dalam salah hadis Rasulullah Muhammad menyebut dengan tegas, siapapun yang menzalimi orang-orang non-muslim diancam tidak akan pernah mencium wanginya surga. Pesan yang disampaikan oleh Rasulullah ini masih berlaku sampai dengan masa khulafaur rasyiddin.
Tidak hanya itu, rasa kemanusiaan yang dimiliki Rasulullah juga dapat disaksikan tatkala memperlakukan tawanan perang. Seperti kisah tawanan perang atas nama Tsumamah bin Utsal, Kepala Suku Bani Hanifah yang ditangkap oleh para Sahabat ketika akan menuju Mekkah.
Sebagai informasi, Tsumamah ini menjadi pemimpin yang paling ditakuti di Jazirah Arab pada masa itu, dia juga terkenal akan kekejamannya kepada para Sahabat atau kaum muslim. Tidak hanya itu, Tsumamah juga pernah merencanakan pembunuhan kepada Rasulullah Muhammad.
Ajakan itu disampaikan Fathurrahman dalam Gerakan Subuh Mengaji (GSM) ‘Aisyiyah Jawa Barat “Gerakan Spiritualitas Ihsani Muhammadiyah di Era Disrupsi” yang ditayangkan melalui Channel YouTube TvMU Channel, Rabu (25/9/2024).
Sebagai utusan tentu banyak pelajaran yang bisa didapatkan dari sejarah kehidupan Rasulullah Muhammadiyah, termasuk dalam membangun relasi dengan kelompok maupun komunitas lintas iman. Fathur menyebut, rasa kemanusiaan yang dimiliki Rasulullah itu otentik dalam bingkai bimbingan Allah SWT.
Baca juga:Shalat vs Kemanusiaan, Mana yang Harus Diprioritaskan?
Bahkan dalam salah hadis Rasulullah Muhammad menyebut dengan tegas, siapapun yang menzalimi orang-orang non-muslim diancam tidak akan pernah mencium wanginya surga. Pesan yang disampaikan oleh Rasulullah ini masih berlaku sampai dengan masa khulafaur rasyiddin.
Tidak hanya itu, rasa kemanusiaan yang dimiliki Rasulullah juga dapat disaksikan tatkala memperlakukan tawanan perang. Seperti kisah tawanan perang atas nama Tsumamah bin Utsal, Kepala Suku Bani Hanifah yang ditangkap oleh para Sahabat ketika akan menuju Mekkah.
Sebagai informasi, Tsumamah ini menjadi pemimpin yang paling ditakuti di Jazirah Arab pada masa itu, dia juga terkenal akan kekejamannya kepada para Sahabat atau kaum muslim. Tidak hanya itu, Tsumamah juga pernah merencanakan pembunuhan kepada Rasulullah Muhammad.