Penyebab Lupa dan Amalan Pencegahnya
Muhajirin
Senin, 13 September 2021 - 09:47 WIB
ilustrasi seseorang yang tengah lupa (foto: langit7.id/istock)
Sifat lupa merupakan hal wajar yang dialami manusia. Lupa sebenarnya bisa menjadi rahmat yang patut disyukuri, namun ia juga bisa menjadi musibah yang mesti dievaluasi dan diintrospeksi.
Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan, lupa kerap kali menyebabkan seseorang berbuat maksiat. Allah Ta'ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 286, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.”
Manusia sering melakukan kesalahan karena lupa. Misalkan banyak bergosip bukan tidak tahu jika membicarakan kejelekan orang lain tidak baik, hanya saja ia lupa bahwa perbuatan itu keliru. Lupa yang menjadikan seseorang terjebak pada perbuatan salah atau dosa merupakan lupa yang disebabkan olehsetan.
Baca Juga:Tingkatan Ujian Hidup dari Allah untuk Uji Keimanan Hamba
Maka dari itu, terdapat ayat yang memberi isyarat tentang peran setan dalam membisik dan mendorong manusia untuk lupa mengerjakan kebaikan. Dalam surah Al-Kahfi ayat 63, Allah menyampaikan kisah tentang asisten Nabi Musa AS, Yusya bin Nun, saat lupa dengan isyarat Musa.
“Saat lupa ia mengatakan, ‘tidaklah aku lupa, kecuali setan yang mengarahkan aku untuk melupakan jalan-jalan kebaikan yang telah diisyaratkan,” kata UAH melalui kanal youtube Adi Hidayat Official, dikutip Senin (13/9/2021).
Dalam hal ini, Al-Qur’an telah memberikan solusi agar manusia bisa menjaga ingatan dengan kuat dan terhindar dari sifat lupa. Dalam surah Al-Kahfi ayat 24, Allah mengajarkan manusia tentang cara mengatasi lupa.
Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan, lupa kerap kali menyebabkan seseorang berbuat maksiat. Allah Ta'ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 286, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.”
Manusia sering melakukan kesalahan karena lupa. Misalkan banyak bergosip bukan tidak tahu jika membicarakan kejelekan orang lain tidak baik, hanya saja ia lupa bahwa perbuatan itu keliru. Lupa yang menjadikan seseorang terjebak pada perbuatan salah atau dosa merupakan lupa yang disebabkan olehsetan.
Baca Juga:Tingkatan Ujian Hidup dari Allah untuk Uji Keimanan Hamba
Maka dari itu, terdapat ayat yang memberi isyarat tentang peran setan dalam membisik dan mendorong manusia untuk lupa mengerjakan kebaikan. Dalam surah Al-Kahfi ayat 63, Allah menyampaikan kisah tentang asisten Nabi Musa AS, Yusya bin Nun, saat lupa dengan isyarat Musa.
“Saat lupa ia mengatakan, ‘tidaklah aku lupa, kecuali setan yang mengarahkan aku untuk melupakan jalan-jalan kebaikan yang telah diisyaratkan,” kata UAH melalui kanal youtube Adi Hidayat Official, dikutip Senin (13/9/2021).
Dalam hal ini, Al-Qur’an telah memberikan solusi agar manusia bisa menjaga ingatan dengan kuat dan terhindar dari sifat lupa. Dalam surah Al-Kahfi ayat 24, Allah mengajarkan manusia tentang cara mengatasi lupa.