Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tingkatan Ujian Hidup dari Allah untuk Uji Keimanan Hamba

Muhajirin Kamis, 09 September 2021 - 09:58 WIB
Tingkatan Ujian Hidup dari Allah untuk Uji Keimanan Hamba
ilustrasi hamba menghadapi ujian dengan bertawakal kepada-Nya (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Da’i kondang sekaligus pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan tingkatan-tingkatan ujian atau cobaan dalam kehidupan manusia. Selama manusia hidup, ia akan terus mendapat ujian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Ujian hidup itu memiliki beberapa tingkatan. Tiap tingkatan mempunyai karakteristik tersendiri. Ujian itu harus dihadapi dengan penuh kesabaran, agar bisa mencapai derajat takwa di sisi Allah Ta’ala.

UAH menyebut ada tiga tingkatan ujian dalam hidup, pertama, ujian ringan. Ujian ini merupakan ujian yang mudah dilewati. Dia mencontohkan hujan gerimis saat hendak pulang ke rumah. Itu bisa diatasi dengan mengenakan payung atau jas hujan.

Jika seseorang mampu lolos dari ujian tingkat pertama itu, maka otomatis ia bisa naik ke level berikutnya.

Kedua, ujian yang berdampak pada fisik seseorang. Dia mencontohkan kasus Nabi Ayyub AS yang mendapatkan penyakit fisik selama bertahun-tahun. Penyakit itu tidak pernah diderita oleh orang sebelumnya dan orang setelahnya.

Hingga pada saat penyakit itu mulai mengganggu aktivitas ibadah beliau, ia pun berdoa kepada Allah agar dianugerahi kesembuhan.

Ibarat hujan, ujian tingkatan kedua ini lebih deras dari ujian tingkat pertama yang sekedar gerimis. Badan tetap basah meski memakai payung. Hujan deras juga bisa membuat jalan jadi licin hingga membuat seseorang jatuh.

Orang yang mampu melewati tingkatan ini patut berbahagia. Itu karena Allah Ta’ala meningkatkan derajat keimanan ke level selanjutnya.

Ketiga, ujian yang mulai mengguncang jiwa hingga membuat ketidakseimbangan dalam diri. Ujian ini mulai membuat seseorang sulit beraktivitas karena kondisi jiwa.

UAH mencontohkan kasus Nabi Yunus AS yang ditelan hidup-hidup oleh seekor ikan. Saat Yunus berada di dalam perut ikan yang sempit dan gelap, ia tak bisa beraktivitas.

“Nabi Yunus tidak tahu apakah Allah akan menolong atau tidak, hingga beliau kemudian berzikir dan berdoa kepada Allah Ta’ala,” kata UAH melalui kanal youtube Adi Hidayat Official, Kamis (9/9/2021).

Ujian pada level ini bukan hanya hujan deras, tapi juga disertai kilat yang menyambar. Jika pada level ini masih berkenan ke masjid untuk shalat berjamaah, maka keimanan orang itu di hadapan Allah Ta’ala sudah berada pada level luar biasa.

“Jadi, selamat bagi yang bisa melewati ujian ketiga, karena keimanannya sudah teruji,” ucap UAH.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)