Timnas Indonesia U-20 Terseok-seok di Babak Pertama, Indra Sjafri Dituntut Ubah Strategi Hadapi Yaman
Nabil
Ahad, 29 September 2024 - 20:17 WIB
Timnas Indonesia U-20 Terseok-seok di Babak Pertama, Indra Sjafri Dituntut Ubah Strategi Hadapi Yaman
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Timnas Indonesia U-20 menghadapi awal yang sulit dalam laga Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 melawan Yaman. Babak pertama pertandingan yang berlangsung di Stadion Madya GBK, Jakarta, berakhir dengan skor imbang 1-1, menunjukkan perjuangan keras Garuda Muda menghadapi tim tamu.
Pelatih Indra Sjafri menurunkan formasi 3-5-2 untuk skuad asuhannya, sementara Yaman mengandalkan formasi 4-2-3-1. Sejak awal pertandingan, Yaman langsung menunjukkan intensitas tinggi dengan melakukan high pressing yang membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.
Yaman mendominasi jalannya pertandingan di awal babak pertama. Mereka berhasil melakukan dua tembakan jarak jauh dalam lima menit pertama, meskipun belum menghasilkan gol. Pada menit ke-5, Yaman mendapatkan kesempatan tendangan sudut pertama yang dieksekusi oleh Anwar Hussein, namun berhasil dihalau oleh pertahanan Indonesia.
Indonesia perlahan mulai menemukan ritme permainannya dan berusaha menguasai bola. Namun, serangan-serangan yang dibangun belum mampu menciptakan peluang berbahaya ke gawang Yaman. Sementara itu, Yaman terus mengancam pertahanan Indonesia melalui tembakan jarak jauh dan umpan silang yang mengarah ke striker jangkung mereka, Abdulaziz Awadh.
Peluang emas Indonesia datang pada menit ke-17 melalui tendangan bebas yang dieksekusi Dony Tri Pamungkas. Tendangan melengkung Dony nyaris membobol gawang Yaman, namun masih bisa ditepis oleh kiper Wadhah Anwar Ahmed.
Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling bertukar serangan. Yaman tercatat sudah melakukan lima kali tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran, menunjukkan betapa berbahayanya serangan mereka. Di sisi lain, Indonesia berusaha membangun serangan melalui sayap, namun Yaman berhasil membaca pola permainan tersebut dan menutup ruang gerak pemain Indonesia.
Drama gol terjadi di masa injury time babak pertama. Jens Raven berhasil membuka keunggulan Indonesia setelah menerima umpan dari Muhammad Ragil. Meskipun dikawal ketat oleh pemain Yaman, Jens berhasil melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau kiper lawan.
Pelatih Indra Sjafri menurunkan formasi 3-5-2 untuk skuad asuhannya, sementara Yaman mengandalkan formasi 4-2-3-1. Sejak awal pertandingan, Yaman langsung menunjukkan intensitas tinggi dengan melakukan high pressing yang membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.
Yaman mendominasi jalannya pertandingan di awal babak pertama. Mereka berhasil melakukan dua tembakan jarak jauh dalam lima menit pertama, meskipun belum menghasilkan gol. Pada menit ke-5, Yaman mendapatkan kesempatan tendangan sudut pertama yang dieksekusi oleh Anwar Hussein, namun berhasil dihalau oleh pertahanan Indonesia.
Indonesia perlahan mulai menemukan ritme permainannya dan berusaha menguasai bola. Namun, serangan-serangan yang dibangun belum mampu menciptakan peluang berbahaya ke gawang Yaman. Sementara itu, Yaman terus mengancam pertahanan Indonesia melalui tembakan jarak jauh dan umpan silang yang mengarah ke striker jangkung mereka, Abdulaziz Awadh.
Peluang emas Indonesia datang pada menit ke-17 melalui tendangan bebas yang dieksekusi Dony Tri Pamungkas. Tendangan melengkung Dony nyaris membobol gawang Yaman, namun masih bisa ditepis oleh kiper Wadhah Anwar Ahmed.
Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling bertukar serangan. Yaman tercatat sudah melakukan lima kali tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran, menunjukkan betapa berbahayanya serangan mereka. Di sisi lain, Indonesia berusaha membangun serangan melalui sayap, namun Yaman berhasil membaca pola permainan tersebut dan menutup ruang gerak pemain Indonesia.
Drama gol terjadi di masa injury time babak pertama. Jens Raven berhasil membuka keunggulan Indonesia setelah menerima umpan dari Muhammad Ragil. Meskipun dikawal ketat oleh pemain Yaman, Jens berhasil melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau kiper lawan.