home global news

Kemenag Ajak Gen Z Jadi Motor Penggerak dan Influencer Wakaf

Senin, 30 September 2024 - 09:00 WIB
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur (berdiri)
Expo Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) digelar Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta. Pesertanya antara lain civitas akademika UII, Badan Wakaf UII, LAZ Unusia, mahasiswa, masyarakat, dosen, peneliti, perwakilan BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan para nazhir dari Yogyakarta.

Yayasan Badan Wakaf UII mengelola beragam aset, mulai dari hotel, rumah sakit, klinik, sekolah, serta berbagai properti wakaf lainnya.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam akselerasi pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia.

Waryono mengungkapkan, meski jumlah lembaga zakat dan wakaf semakin bertambah, tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong rendah. "Baru 14% dari total populasi Muslim di Indonesia yang berzakat, dan hanya 9% yang berwakaf," ujarnya pada sesi talkshow, Minggu (29/9/2024).

Baca juga:Bir, Tuak, Rhum dan Wine Lolos Sertifikasi Halal, Self Declare Dinilai Makin Mengkhawatirkan

“Kami mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk menjadi motor penggerak dalam mengkampanyekan zakat dan wakaf, sekaligus menjaga akuntabilitas dan transparansi,” sambungnya.

Waryono juga menyoroti pentingnya penyampaian pesan yang sesuai dengan gaya, bahasa, serta tren media sosial dan digital saat ini. "Generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal sosialisasi zakat dan wakaf. Mereka perlu menggunakan media sosial dengan strategi yang relevan agar pesan dapat diterima oleh kalangan yang lebih luas," tambahnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya