home home & garden

Peneliti Ungkap Strategi Tumbuhan Bertahan dari Gelombang Panas

Ahad, 06 Oktober 2024 - 09:00 WIB
Peneliti Ungkap Strategi Tumbuhan Bertahan dari Gelombang Panas
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Para ilmuwan semakin gencar meneliti bagaimana tumbuhan beradaptasi dengan perubahan iklim. Mereka menaruh perhatian khusus pada struktur kecil bernama stomata. Pori-pori mikro ini terletak di permukaan daun dan berperan penting dalam mengatur kehilangan air, pertukaran gas, serta asupan karbon dioksida untuk fotosintesis dan pertumbuhan.

Stomata berfungsi sebagai sistem pendingin alami tumbuhan. Saat gelombang panas melanda, pori-pori ini membuka lebih lebar. Hal ini memungkinkan tumbuhan melepaskan uap air dan mendinginkan diri, sehingga bisa bertahan dari suhu tinggi dan tetap berfungsi dengan baik.

Selama lebih dari seabad, para peneliti kebingungan memahami proses rumit di balik "pernapasan" stomata ini. Mereka kesulitan menjelaskan mekanisme genetik dan molekuler yang mengatur transpirasi sebagai respons terhadap panas.

Namun, sebuah studi baru dari Universitas California San Diego School of Biological Sciences berhasil mengungkap detail baru tentang mekanisme tumbuhan ini. Penelitian yang dipimpin oleh mahasiswa PhD Nattiwong Pankasem dan Profesor Julian Schroeder ini menemukan dua jalur genetik yang digunakan tumbuhan untuk mengatasi kenaikan suhu.

"Dengan meningkatnya suhu global, jelas ada ancaman terhadap pertanian akibat dampak gelombang panas," kata Schroeder. "Penelitian ini menjelaskan penemuan bahwa suhu yang meningkat menyebabkan pembukaan stomata melalui satu jalur genetik. Namun jika panas semakin intens, ada mekanisme lain yang bekerja untuk meningkatkan pembukaan stomata lebih lanjut."

Para peneliti menemukan bahwa ketika suhu naik, satu jalur genetik utama mengontrol pembukaan stomata untuk mengatur kehilangan air dan pertukaran gas. Namun saat panas meningkat melampaui ambang batas tertentu, jalur kedua yang lebih kuat mulai bekerja. Ini semakin meningkatkan pembukaan stomata, memperkuat kemampuan tumbuhan untuk mendinginkan diri dalam kondisi ekstrem.

Penemuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana tumbuhan mengatur suhu internalnya, memungkinkan mereka bertahan bahkan saat menghadapi pemanasan global yang semakin parah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya