Tingkatkan Kapasitas Guru Honorer, Muhammadiyah Gandeng Berbagai Lembaga
Tim langit 7
Ahad, 13 Oktober 2024 - 15:10 WIB
ilustrasi
PP Muhammadiyah menggandeng sejumlah lembaga untuk meningkatkan kapasitas guru honorer. Langkah ini sebagai tindak lanjut kolaborasi program peduli kesehatan yang telah disepakati pada pertengahan pada Mei 2024 antara Lazismu, BPJS Kesehatan dan USAID Catalyze.
Kolaborasi ini memprioritaskan penerima manfaat guru honorer, secara bertahap program tersebut berupaya meningkatkan kapasitas guru agar ada nila manfaat yang berkelanjutan.
Salah satunya dengan mengaktivasi pilar pendidikan melalui program Bakti Guru, lewat sinergi tersebut menyelenggarakan Pelatihan Kapasitas Guru dan Sosialisasi Program JKN, di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada Sabtu, 12 Oktober 2024.
Direktur Utama Lazismu Ibnu Tsani, dalam sambutannya mengatakan, Lazismu dengan salah satu programnya yaitu Pilar Kesehatan berupaya memenuhi hak warga negara dalam aspek perlindungan kesehatan yang dijamin dalam hak asasi manusia.
Mengapa guru, karena guru menjadi profesi yang diprioritaskan dalam program ini. “Masa depan generasi muda ada di tangan guru, karena itu kesejahteraan guru termasuk perlindungan kesehatannya harus dipenuhi agar profesinya bermartabat,” kata Ibnu Tsani.
Melalui program Bakti Guru, Lazismu berkomitmen dengan semua pihak yang berkolaborasi termasuk majelis dikdasmen untuk memperhatikan kesejahteraan guru. Ibnu Tsani mengatakan total penerima manfaat program ini semuanya sebanyak 69 orang. Para guru ini akan mengikuti pelatihan dan peningkatan kapasitas.
“Sejauh ini para penerima manfaat dan keluarganya telah dibayarkan tunggakan BPJS nya oleh Lazismu agar guru dalam mengajar tidak memiliki beban akses kesehatan,” ungkapnya.
Kolaborasi ini memprioritaskan penerima manfaat guru honorer, secara bertahap program tersebut berupaya meningkatkan kapasitas guru agar ada nila manfaat yang berkelanjutan.
Salah satunya dengan mengaktivasi pilar pendidikan melalui program Bakti Guru, lewat sinergi tersebut menyelenggarakan Pelatihan Kapasitas Guru dan Sosialisasi Program JKN, di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada Sabtu, 12 Oktober 2024.
Direktur Utama Lazismu Ibnu Tsani, dalam sambutannya mengatakan, Lazismu dengan salah satu programnya yaitu Pilar Kesehatan berupaya memenuhi hak warga negara dalam aspek perlindungan kesehatan yang dijamin dalam hak asasi manusia.
Mengapa guru, karena guru menjadi profesi yang diprioritaskan dalam program ini. “Masa depan generasi muda ada di tangan guru, karena itu kesejahteraan guru termasuk perlindungan kesehatannya harus dipenuhi agar profesinya bermartabat,” kata Ibnu Tsani.
Melalui program Bakti Guru, Lazismu berkomitmen dengan semua pihak yang berkolaborasi termasuk majelis dikdasmen untuk memperhatikan kesejahteraan guru. Ibnu Tsani mengatakan total penerima manfaat program ini semuanya sebanyak 69 orang. Para guru ini akan mengikuti pelatihan dan peningkatan kapasitas.
“Sejauh ini para penerima manfaat dan keluarganya telah dibayarkan tunggakan BPJS nya oleh Lazismu agar guru dalam mengajar tidak memiliki beban akses kesehatan,” ungkapnya.