5 Prinsip Utama Kesuksesan ala Rasulullah SAW
Esti setiyowati
Selasa, 15 Oktober 2024 - 06:05 WIB
ilustrasi
Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam adalah salah satu orang paling sukses dan berpengaruh di dunia. Seperti yang dikatakan astrofisikawan dan penulis buku Michael H. Hart, “Dia adalah satu-satunya pria dalam sejarah yang sangat sukses baik dalam bidang agama maupun sekuler.”
Baginda rasul mengajarkan kita bagaimana menjadi sukses di dunia dan juga di kehidupan selanjutnya.
Mengutip laman About Islam, berikut lima prinsip utama kesuksesan menurut Nabi Muhammad saw:
1. Mulai dari hal mudah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Ra. bahwa Rasulullah tidak memilih kecuali yang mudah yang dipilihnya,
Dari Aisyah, beliau menuturkan, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah beliau memilih di antara dua perkara, melainkan beliau akan memilih yang paling ringan di antara kedua pilihan tersebut, selama tidak mengandung dosa. Namun jika mengandung dosa, maka beliau adalah manusia yang paling jauh darinya. Demi Allah, beliau tidak pernah marah karena kepentingan pribadi, dan jika kehormatan Allah dilanggar, maka beliau marah karenaNya. (HR. Bukhari)
Baca juga:Megaproyek Masjid dan Pesantren di Bogor, Wapres Resmikan 'Kota Santri' Modern
Baginda rasul mengajarkan kita bagaimana menjadi sukses di dunia dan juga di kehidupan selanjutnya.
Mengutip laman About Islam, berikut lima prinsip utama kesuksesan menurut Nabi Muhammad saw:
1. Mulai dari hal mudah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Ra. bahwa Rasulullah tidak memilih kecuali yang mudah yang dipilihnya,
Dari Aisyah, beliau menuturkan, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah beliau memilih di antara dua perkara, melainkan beliau akan memilih yang paling ringan di antara kedua pilihan tersebut, selama tidak mengandung dosa. Namun jika mengandung dosa, maka beliau adalah manusia yang paling jauh darinya. Demi Allah, beliau tidak pernah marah karena kepentingan pribadi, dan jika kehormatan Allah dilanggar, maka beliau marah karenaNya. (HR. Bukhari)
Baca juga:Megaproyek Masjid dan Pesantren di Bogor, Wapres Resmikan 'Kota Santri' Modern