Pesan KH Abdul Gofur agar Santri Bersaing di Era Globalisasi
Muhajirin
Selasa, 14 September 2021 - 14:54 WIB
Santriwati di Pondok Pesantren. Karakter utama santri tidak boleh dikompromikan tapi mesti luwes bergaul di tengah masyarakat Foto: Langit7.id/Istock
Tradisi santri yang sangat menonjol adalah semangat berkorban, mandiri, bersahaja, egaliter, tawaduk, dan moderat. Sifat-sifat ini merupakan karakter kebangsaan yang sangat penting.
Karakter-karakter itu merupakan modal penting bagi para santri untuk bersaing di era globalisasi. Pengasuh Ponpes Sorang, Dr. KH Abdul Gofur, mengingatkan, era saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat.
“Di satu sisi, kita ini jangan sampai kehilangan jati diri sebagai santri. Tapi di sisi lain, kita memang perlu untuk membaur dengan dunia luar,” kata Kiai Abdul Gofur dalam webinar yang digelar UNSIQ, Selasa (14/9/2021).
Para santri tidak boleh hanya mencari ijazah saja. Persaingan saat ini sangat membutuhkan kekuatan karakter. Karanter santri tersebut tidak bisa dikompromikan
Namun, santri juga harus memilikin keluwesan saat bergaul di tengah-tengah orang banyak.
“Nah, itu yang kemudian kita sering sebut melahirkan filter-filter dalam diri santri. Kita ini orientasi pendidikannya lebih banyak memberikan filter kepada santri,” ucap Kiai Gofur.
Maka itu, dia meminta para santri untuk memperkuat nilai-niulai spiritual saat masih mondok.
Karakter-karakter itu merupakan modal penting bagi para santri untuk bersaing di era globalisasi. Pengasuh Ponpes Sorang, Dr. KH Abdul Gofur, mengingatkan, era saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat.
“Di satu sisi, kita ini jangan sampai kehilangan jati diri sebagai santri. Tapi di sisi lain, kita memang perlu untuk membaur dengan dunia luar,” kata Kiai Abdul Gofur dalam webinar yang digelar UNSIQ, Selasa (14/9/2021).
Para santri tidak boleh hanya mencari ijazah saja. Persaingan saat ini sangat membutuhkan kekuatan karakter. Karanter santri tersebut tidak bisa dikompromikan
Namun, santri juga harus memilikin keluwesan saat bergaul di tengah-tengah orang banyak.
“Nah, itu yang kemudian kita sering sebut melahirkan filter-filter dalam diri santri. Kita ini orientasi pendidikannya lebih banyak memberikan filter kepada santri,” ucap Kiai Gofur.
Maka itu, dia meminta para santri untuk memperkuat nilai-niulai spiritual saat masih mondok.