LANGIT7.ID - Tradisi santri yang sangat menonjol adalah semangat berkorban, mandiri, bersahaja, egaliter, tawaduk, dan moderat. Sifat-sifat ini merupakan karakter kebangsaan yang sangat penting.
Karakter-karakter itu merupakan modal penting bagi para santri untuk bersaing di era globalisasi. Pengasuh Ponpes Sorang, Dr. KH Abdul Gofur, mengingatkan, era saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat.
“Di satu sisi, kita ini jangan sampai kehilangan jati diri sebagai santri. Tapi di sisi lain, kita memang perlu untuk membaur dengan dunia luar,” kata Kiai Abdul Gofur dalam webinar yang digelar UNSIQ, Selasa (14/9/2021).
Para santri tidak boleh hanya mencari ijazah saja. Persaingan saat ini sangat membutuhkan kekuatan karakter. Karanter santri tersebut tidak bisa dikompromikan
Namun, santri juga harus memilikin keluwesan saat bergaul di tengah-tengah orang banyak.
“Nah, itu yang kemudian kita sering sebut melahirkan filter-filter dalam diri santri. Kita ini orientasi pendidikannya lebih banyak memberikan filter kepada santri,” ucap Kiai Gofur.
Maka itu, dia meminta para santri untuk memperkuat nilai-niulai spiritual saat masih mondok.
Selain itu, santri harus memparbanyak membaca buku untuk menambah wawasan dan terus belajar perkembangan dunia luar agar menjadi santri yang berkarakter.
“Kuatkan spiritualitas, karena spiritualitas itulah yang akan membentengi diri kita di mana pun berada. Kita tetap bisa menampilkan diri jati diri sebagai santri,” ucap Kiai Gofur.
Santri juga harus memiliki kapabilitas (kemampuan atau kecakapan). Kecakapan itu ditunjang dengan memperbanyak membaca buku pengetahuan.
“Kalau sudah dapat dua itu, bangun jaringan seluas-luasnya. Minimal kalau tidak bisa menguasai dunia, santri bisa menguasaii dunia,” ucap beliau.
(arp)