Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Ideologi di Perusahaan Gobel (3): Karyawan Dibangunkan Perumahan Tanpa Uang Muka
Sururi al faruq
Kamis, 31 Oktober 2024 - 08:47 WIB
Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Ideologi di Perusahaan Gobel (3): Karyawan Dibangunkan Perumahan Tanpa Uang Muka
LANGIT7.ID-Buku karya journalis senior Nasihin Masha tentang “Praksis Pancasila Pengalaman Edeologi di Perusahaan Gobel” memang sangat menarik. Buku yang membedah perjalanan panjang pendiri Panasonic Gobel, Thayeb M.Gobel, berhasil memberikan banyak inspirasi tentang bagaimana mengelola sebuah perusahaan, memperlakukan karyawan yang semuanya dikaitkan dengan implementasi dan refleksi dari pribadi Thayeb yang Pancasilais dan religius. Semuanya merupakan cerminan visi Thayeb yang menjadikan dirinya seorang pribadi manusia langka, karena tidak semua pengusaha bisa melakukan seperti dia.
Banyak pengusaha sering bersikap berseberangan dengan karyawan dan banyak pula yang menjadikan karyawan sebagai kambing hitam.
Baca juga: Dari Buku Praksis Pengalaman Ideologi di Perusahaan Gobel (2) Karyawan Diberi Saham, Bonus, Diberangkatkan Haji dan Umroh
Seperti yang dikisahkan Rachmat Gobel, penerus dari Thayeb M.Gobel yang tidak lain adalah pewaris kerajaan bisnis Panasonic Gobel, dalam acara launching buku Nasihin di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) belum lama ini, sangat menyentuh. Rachmat Gobel bertutur bahwa ayahnya, dalam memperlakukan karyawan tidak semena mena. Ayahnya, tidak pernah berfikir tentang perusahaan yang performentnya menurun, kemudian mengambil jalan pintas memangkas semua karyawan. Ayahnya memilih jalan lain agar karyawannya tetap bisa bekerja. Kisah Thayeb ini, sungguh sangat langka. Kebanyakan, karyawan dijadikan korban. Maka, jika ada Thayeb-Thayeb lain, tentu Indonesia menjadi negara besar karena tidak ada sumber daya manusia yang dipinggirkan.
Seperti dalam salah satu bab buku karya terbaik Nasihin ini, terungkap pribadi Thayeb yang sangat memperhatikan karyawannya di bidang perumahan. Ada istilah menarik:CIKAGO. Ini bukan nama kota di Amerika, tetapi ini Indonesia. Thayeb memberikan istilah CIKAGO, yang merupakan akronim dari cicilan karyawan Gobel.
Baca juga: Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Idieologis di Perusahaan Gobel (bagian 1): Masjid dan Berhijab Diprotes Jepang, Tapi..?
Pada 1985, perusahaan memberikan fasilitas perumahan di kompleks yang diberi nama lembah hijau.. Perumahan ini dibangun oleh yayasan perumahan Gobel. Ada 500 rumah yang dibangun. Nama nama jalannya pun unik. Sesuai dengan nama produk yang dihasilkan di perusahaan. Ada jalan radio, jalan kipas angina, dan sebagainya. Salah satu karyawan, Anton yang sudah berusia 70 tahun, yang bekerja sejak 1975 mengaku masih ingat benar, saat itu harga rumahnya 9 juta untuk type 45/100. Cicilannya Rp 61.250 per bulan. “Uang mukanya dipotong dari uang bonus, uang cuti dan sebagainya. Intinya tidak ada duit yang keluar dari kantong. Semua sudah diurus oleh kantor,” kata Anton berkisah.
Banyak pengusaha sering bersikap berseberangan dengan karyawan dan banyak pula yang menjadikan karyawan sebagai kambing hitam.
Baca juga: Dari Buku Praksis Pengalaman Ideologi di Perusahaan Gobel (2) Karyawan Diberi Saham, Bonus, Diberangkatkan Haji dan Umroh
Seperti yang dikisahkan Rachmat Gobel, penerus dari Thayeb M.Gobel yang tidak lain adalah pewaris kerajaan bisnis Panasonic Gobel, dalam acara launching buku Nasihin di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) belum lama ini, sangat menyentuh. Rachmat Gobel bertutur bahwa ayahnya, dalam memperlakukan karyawan tidak semena mena. Ayahnya, tidak pernah berfikir tentang perusahaan yang performentnya menurun, kemudian mengambil jalan pintas memangkas semua karyawan. Ayahnya memilih jalan lain agar karyawannya tetap bisa bekerja. Kisah Thayeb ini, sungguh sangat langka. Kebanyakan, karyawan dijadikan korban. Maka, jika ada Thayeb-Thayeb lain, tentu Indonesia menjadi negara besar karena tidak ada sumber daya manusia yang dipinggirkan.
Seperti dalam salah satu bab buku karya terbaik Nasihin ini, terungkap pribadi Thayeb yang sangat memperhatikan karyawannya di bidang perumahan. Ada istilah menarik:CIKAGO. Ini bukan nama kota di Amerika, tetapi ini Indonesia. Thayeb memberikan istilah CIKAGO, yang merupakan akronim dari cicilan karyawan Gobel.
Baca juga: Dari Buku Praksis Pancasila Pengalaman Idieologis di Perusahaan Gobel (bagian 1): Masjid dan Berhijab Diprotes Jepang, Tapi..?
Pada 1985, perusahaan memberikan fasilitas perumahan di kompleks yang diberi nama lembah hijau.. Perumahan ini dibangun oleh yayasan perumahan Gobel. Ada 500 rumah yang dibangun. Nama nama jalannya pun unik. Sesuai dengan nama produk yang dihasilkan di perusahaan. Ada jalan radio, jalan kipas angina, dan sebagainya. Salah satu karyawan, Anton yang sudah berusia 70 tahun, yang bekerja sejak 1975 mengaku masih ingat benar, saat itu harga rumahnya 9 juta untuk type 45/100. Cicilannya Rp 61.250 per bulan. “Uang mukanya dipotong dari uang bonus, uang cuti dan sebagainya. Intinya tidak ada duit yang keluar dari kantong. Semua sudah diurus oleh kantor,” kata Anton berkisah.