Sandiaga Ajak Kolaborasi Pariwisata Antar Negara
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 14 September 2021 - 23:45 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno. (foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengakui jika pemerintah tidak lagi bersaing dengan berbagai negara untuk memperebutkan pasar wisatawan mancanegara. Sandiaga memilih untuk megusung konsep kolaborasi pariwisata.
Menurutnya, dengan konsep kolaborasi pariwisata antar negara akan menyajikan wisata yang berkelanjutan. Hal ini yang akan memungkinkan wisatawan berkunjung lebih lama di destinasi pariwisata tersebut.
"Kita tidak lagi berebut pasar wisatawan mancanegara, tapi kita mencari bagaimana meningkatkan length of stay dan quality spending dengan berkolaborasi," kata Sandiaga saat konferensi pers Global Tourism Forum, Selasa (14/9).
Salah satu konsep kolaborasi antar negara ini seperti travel pattern, dimana pariwisata dirancang dan diatur pola perjalanan antar destinasi wisata.
Baca juga:Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
"Kita tingkatkan potensi travel pattern bagi kunjungan ke Thailand dan Malaysia, bisa dibuat segitiganya, Phuket, Langkawi dan Bali. Itu tren terbaru pariwisata masa kini," ujarnya.
Lebih lanjut, Menparekraf mengungkapkan lewat quality spending, para wisatawan diharapkan mampu mengeluarkan uang lebih untuk para pengelola akomodasi penginapan, pelaku kuliner dan pelaku bisnis fesyen, mengingat durasi kunjungan wisatawan di satu daerah menjadi lebih lama.
Menurutnya, dengan konsep kolaborasi pariwisata antar negara akan menyajikan wisata yang berkelanjutan. Hal ini yang akan memungkinkan wisatawan berkunjung lebih lama di destinasi pariwisata tersebut.
"Kita tidak lagi berebut pasar wisatawan mancanegara, tapi kita mencari bagaimana meningkatkan length of stay dan quality spending dengan berkolaborasi," kata Sandiaga saat konferensi pers Global Tourism Forum, Selasa (14/9).
Salah satu konsep kolaborasi antar negara ini seperti travel pattern, dimana pariwisata dirancang dan diatur pola perjalanan antar destinasi wisata.
Baca juga:Indonesia Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021
"Kita tingkatkan potensi travel pattern bagi kunjungan ke Thailand dan Malaysia, bisa dibuat segitiganya, Phuket, Langkawi dan Bali. Itu tren terbaru pariwisata masa kini," ujarnya.
Lebih lanjut, Menparekraf mengungkapkan lewat quality spending, para wisatawan diharapkan mampu mengeluarkan uang lebih untuk para pengelola akomodasi penginapan, pelaku kuliner dan pelaku bisnis fesyen, mengingat durasi kunjungan wisatawan di satu daerah menjadi lebih lama.