Mengenal Muhammad Amin, Tuna Netra yang Raih Sarjana UIN Walisongo Semarang
Tim langit 7
Senin, 04 November 2024 - 13:10 WIB
Muhammad Amin Hambali, seorang tuna netra asal Desa Jlumpang, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang meraih gelar sarjana di UIN Walisongo, Semarang.
Kekurangan fisik tak menyurutan semangat Muhammad Amin Hambali untuk meraih gelar sarjana. Dengan kondisi tuna netra, pria asal Desa Jlumpang, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, ini berhasil menuntaskan kuliah kesarjanaannya.
Anak dari almarhum Muchlasin dan Marijati ini menjadi salah satu wisudawan pada Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Sabtu (2/22/2024). Dia menyelesaikan kuliah jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Kendati mempunyai keterbatasan, namun Amin terus berkreasi. Amin aktif untuk menulis dan berhasil meraih juara I dalam perlombaan cerpen kategori tulisan paling menyentuh, serta juara kedua untuk tulisan favorit pembaca.
Dia juga aktif menulis di cerpen dan buletin maupun website LPM Missi. Dengan semangat dan keteguhan, Amin Hambali menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai impian.
Baca juga:Pondok Pesantren Berprestasi di Sektor Ekonomi Ramaikan ISEF 2024
Amin mendapatkan beasiswa dari sahabat mata. Program studi KPI saat itu menjadi pilihannya dan yang menerima mahasiswa difabel di UIN Walisongo.
Kemampuan Amin terus berkembang. Dalam tugas akhirnya Amin juga berharap bisa berkontribusi dan memberikan semangat bagi teman-teman difabel. Skripsi Amin berjudul "Website Kartunet.com sebagai Media Difabel Netra dalam Mengekspresikan Diri Lewat Karya Tulis Bermuatan Islam".
Anak dari almarhum Muchlasin dan Marijati ini menjadi salah satu wisudawan pada Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Sabtu (2/22/2024). Dia menyelesaikan kuliah jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Kendati mempunyai keterbatasan, namun Amin terus berkreasi. Amin aktif untuk menulis dan berhasil meraih juara I dalam perlombaan cerpen kategori tulisan paling menyentuh, serta juara kedua untuk tulisan favorit pembaca.
Dia juga aktif menulis di cerpen dan buletin maupun website LPM Missi. Dengan semangat dan keteguhan, Amin Hambali menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai impian.
Baca juga:Pondok Pesantren Berprestasi di Sektor Ekonomi Ramaikan ISEF 2024
Amin mendapatkan beasiswa dari sahabat mata. Program studi KPI saat itu menjadi pilihannya dan yang menerima mahasiswa difabel di UIN Walisongo.
Kemampuan Amin terus berkembang. Dalam tugas akhirnya Amin juga berharap bisa berkontribusi dan memberikan semangat bagi teman-teman difabel. Skripsi Amin berjudul "Website Kartunet.com sebagai Media Difabel Netra dalam Mengekspresikan Diri Lewat Karya Tulis Bermuatan Islam".