Mengejutkan! Suzuki Tolak Elektrifikasi Jimny, Ini Alasan Kontroversialnya
Tim langit 7
Selasa, 05 November 2024 - 16:05 WIB
Mengejutkan! Suzuki Tolak Elektrifikasi Jimny, Ini Alasan Kontroversialnya
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Petinggi Suzuki menegaskan bahwa Suzuki Jimny tidak akan mengadopsi teknologi mobil listrik karena hal tersebut justru akan merusak esensi dari mobil off-road mungil ini. Keputusan ini sejalan dengan penundaan rencana pengembangan kendaraan listrik Suzuki secara global, mengingat menurunnya permintaan pasar dan semakin ketatnya persaingan dari produsen mobil Tiongkok.
Dalam wawancara eksklusif dengan majalah otomotif Inggris Autocar, Presiden Suzuki Toshihiro Suzuki dengan tegas menolak ide mengubah Jimny menjadi kendaraan listrik. "Bicara soal Jimny EV, saya rasa itu akan merusak keunggulan utama Jimny," ujar Suzuki. "Menurut saya, kekuatan inti Jimny ada pada bobot kendaraannya yang pas."
Di Inggris dan Eropa, Suzuki Jimny hanya tersedia dalam versi dua kursi dengan penghalang kargo di belakang penumpang karena pertimbangan regulasi emisi untuk kategori 'kendaraan komersial'. Berbeda dengan di Australia, Jimny dijual dengan konfigurasi empat kursi untuk model tiga pintu maupun lima pintu (XL), menggunakan mesin bensin empat silinder 1.5 liter.
Meski sebelumnya Jimny versi empat kursi diharapkan bisa kembali ke pasar Inggris dan Eropa dengan syarat mengadopsi teknologi listrik atau hybrid, peluang bertahannya Jimny di pasar global justru mungkin datang dari penggunaan bahan bakar berkelanjutan.
"Jika kami ingin terus menyediakan Jimny sebagai kendaraan untuk kalangan profesional, mungkin e-fuel atau biofuel dengan teknologi mesin konvensional bisa menjadi solusi untuk mempertahankan Jimny di masa depan," tambah Suzuki.
Dalam laporan terpisah, Suzuki-san mengungkapkan kepada Autocar bahwa perusahaan sedang menunda rencana pengembangan mobil listrik mereka, yang berpotensi mengancam target peluncuran lima model listrik hingga akhir dekade ini.
"Kami berada dalam situasi yang sangat sulit saat ini karena penjualan mobil listrik sedang melambat. Di sisi lain, mobil listrik murah dari Tiongkok mulai membanjiri pasar. Ini membuat timing untuk memperkenalkan mobil listrik baru menjadi sangat menantang," jelas eksekutif tersebut.
Dalam wawancara eksklusif dengan majalah otomotif Inggris Autocar, Presiden Suzuki Toshihiro Suzuki dengan tegas menolak ide mengubah Jimny menjadi kendaraan listrik. "Bicara soal Jimny EV, saya rasa itu akan merusak keunggulan utama Jimny," ujar Suzuki. "Menurut saya, kekuatan inti Jimny ada pada bobot kendaraannya yang pas."
Di Inggris dan Eropa, Suzuki Jimny hanya tersedia dalam versi dua kursi dengan penghalang kargo di belakang penumpang karena pertimbangan regulasi emisi untuk kategori 'kendaraan komersial'. Berbeda dengan di Australia, Jimny dijual dengan konfigurasi empat kursi untuk model tiga pintu maupun lima pintu (XL), menggunakan mesin bensin empat silinder 1.5 liter.
Meski sebelumnya Jimny versi empat kursi diharapkan bisa kembali ke pasar Inggris dan Eropa dengan syarat mengadopsi teknologi listrik atau hybrid, peluang bertahannya Jimny di pasar global justru mungkin datang dari penggunaan bahan bakar berkelanjutan.
"Jika kami ingin terus menyediakan Jimny sebagai kendaraan untuk kalangan profesional, mungkin e-fuel atau biofuel dengan teknologi mesin konvensional bisa menjadi solusi untuk mempertahankan Jimny di masa depan," tambah Suzuki.
Dalam laporan terpisah, Suzuki-san mengungkapkan kepada Autocar bahwa perusahaan sedang menunda rencana pengembangan mobil listrik mereka, yang berpotensi mengancam target peluncuran lima model listrik hingga akhir dekade ini.
"Kami berada dalam situasi yang sangat sulit saat ini karena penjualan mobil listrik sedang melambat. Di sisi lain, mobil listrik murah dari Tiongkok mulai membanjiri pasar. Ini membuat timing untuk memperkenalkan mobil listrik baru menjadi sangat menantang," jelas eksekutif tersebut.