PBB Kutuk Kekejaman Israel di Gaza, Warga Sipil Terpaksa Saksikan Keluarga Terkubur Hidup-hidup
Nabil
Rabu, 13 November 2024 - 08:02 WIB
PBB Kutuk Kekejaman Israel di Gaza, Warga Sipil Terpaksa Saksikan Keluarga Terkubur Hidup-hidup
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di tengah serangan brutal Israel yang terus berlanjut di Gaza, pejabat tinggi PBB pada Selasa mengecam "kekejaman harian" yang terjadi di wilayah Palestina tersebut. Mereka menyebut tindakan ini sebagai "kejahatan internasional paling serius."
Joyce Msuya, kepala sementara badan kemanusiaan PBB (OCHA), dalam pidatonya di Dewan Keamanan menggambarkan kondisi mengerikan warga sipil yang terusir dari rumah mereka. "Mereka dipaksa menyaksikan anggota keluarga dibunuh, dibakar, dan dikubur hidup-hidup di Gaza yang kini berubah menjadi hamparan puing," ungkapnya dengan nada prihatin.
Baca juga: AS Masih Optimis Capai Kesepakatan Damai Gaza Meski Qatar Hentikan Mediasi
"Bagaimana bisa ada pembedaan dan tindakan pencegahan, jika lebih dari 70 persen pemukiman warga hancur atau rusak?" tanya Msuya. "Kita sedang menyaksikan tindakan yang mengingatkan pada kejahatan internasional paling mengerikan."
Pernyataan Msuya muncul di tengah kampanye Israel di Gaza utara yang ia gambarkan sebagai "versi yang lebih intens, ekstrem, dan cepat dari kengerian setahun terakhir."
Baca juga: TERKUAK! AS Tetap Kucurkan Dana Militer ke Israel, Nasib Gaza Makin Mencekam
Rapat Dewan Keamanan yang dihadiri Msuya membahas laporan terbaru yang didukung PBB yang memperingatkan "kemungkinan besar terjadinya kelaparan." Bantuan kemanusiaan secara rutin diblokir, dan organisasi amal anti-kemiskinan Oxfam akhir pekan lalu menuduh Israel "menggunakan kelaparan sebagai senjata perang."
Joyce Msuya, kepala sementara badan kemanusiaan PBB (OCHA), dalam pidatonya di Dewan Keamanan menggambarkan kondisi mengerikan warga sipil yang terusir dari rumah mereka. "Mereka dipaksa menyaksikan anggota keluarga dibunuh, dibakar, dan dikubur hidup-hidup di Gaza yang kini berubah menjadi hamparan puing," ungkapnya dengan nada prihatin.
Baca juga: AS Masih Optimis Capai Kesepakatan Damai Gaza Meski Qatar Hentikan Mediasi
"Bagaimana bisa ada pembedaan dan tindakan pencegahan, jika lebih dari 70 persen pemukiman warga hancur atau rusak?" tanya Msuya. "Kita sedang menyaksikan tindakan yang mengingatkan pada kejahatan internasional paling mengerikan."
Pernyataan Msuya muncul di tengah kampanye Israel di Gaza utara yang ia gambarkan sebagai "versi yang lebih intens, ekstrem, dan cepat dari kengerian setahun terakhir."
Baca juga: TERKUAK! AS Tetap Kucurkan Dana Militer ke Israel, Nasib Gaza Makin Mencekam
Rapat Dewan Keamanan yang dihadiri Msuya membahas laporan terbaru yang didukung PBB yang memperingatkan "kemungkinan besar terjadinya kelaparan." Bantuan kemanusiaan secara rutin diblokir, dan organisasi amal anti-kemiskinan Oxfam akhir pekan lalu menuduh Israel "menggunakan kelaparan sebagai senjata perang."