Pertemuan Bilateral Indonesia-Kanada, Tingkatkan Perdagangan Kedua Negara melalui Penyelesaian CEPA
Tim langit 7
Sabtu, 16 November 2024 - 13:43 WIB
Pertemuan Bilateral Indonesia-Kanada, Tingkatkan Perdagangan Kedua Negara melalui Penyelesaian CEPA
LANGIT7.ID-, Lima- - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, Indonesia dan Kanada mengapresiasi kerja keras Tim Perunding yang telah berhasil menyelesaikan Perundingan Putaran Kesepuluh Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif kedua negara (Indonesia-Canada CEPA). Perundingan tersebut berhasil diselesaikan secara substantif pada Putaran Kesepuluh pada 4-8 November 2024 di Bandung, Jawa Barat.
Mendag Budi menyampaikan hal itu pada pertemuan bilateral dengan Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada, Mary Ng. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung pada Kamis, (14/11) di Lima, Peru, di sela APEC Economic Leaders’ Week (AELW) 2024. Dalam pertemuan tersebut, Mendag Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono.
Baca juga: Hadiri Pertemuan Menteri APEC, Indonesia Tekankan Pentingnya Penguatan Sistem Perdagangan Multilateral
“Saya mengapresiasi dedikasi dan kerja keras dari Tim Perunding kedua negara selama kurang lebih dua setengah tahun sehingga Perundingan Indonesia-Canada CEPA berhasil terselesaikan secara substantif pada Putaran Kesepuluh,” kata Mendag Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2024).
Mendag Budi berharap, Indonesia-Canada CEPA dapat meningkatkan kinerja perdagangan kedua negara. “Indonesia-Canada CEPA diharapkan dapat meningkatkan akses pasar perdagangan barang dan jasa Indonesia ke wilayah Amerika Utara, peningkatan investasi Kanada di Indonesia, serta pembukaan peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara.”
Baca juga: Defisit USD 7,47 Miliar, Indonesia-Singapura Sepakat Bangkitkan UMKM Lewat Digitalisasi
Kedua negara telah mencapai kesepakatan substantif atas 23 isu runding, yang meliputi: perdagangan barang; jasa; investasi; pengaturan asal barang; pengadaan barang dan jasa pemerintah; serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, juga disepakati isu baru, yaitu dialog bilateral untuk sektor prioritas yang menjadi wadah diskusi dan kerja sama atas isu-isu prioritas kedua negara, antara lain mineral kritis, serta perlindungan kesehatan (sanitari dan fitosanitari) untuk perdagangan daging sapi dan sarang burung walet secara bilateral.
Mendag Budi menyampaikan hal itu pada pertemuan bilateral dengan Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada, Mary Ng. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung pada Kamis, (14/11) di Lima, Peru, di sela APEC Economic Leaders’ Week (AELW) 2024. Dalam pertemuan tersebut, Mendag Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono.
Baca juga: Hadiri Pertemuan Menteri APEC, Indonesia Tekankan Pentingnya Penguatan Sistem Perdagangan Multilateral
“Saya mengapresiasi dedikasi dan kerja keras dari Tim Perunding kedua negara selama kurang lebih dua setengah tahun sehingga Perundingan Indonesia-Canada CEPA berhasil terselesaikan secara substantif pada Putaran Kesepuluh,” kata Mendag Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2024).
Mendag Budi berharap, Indonesia-Canada CEPA dapat meningkatkan kinerja perdagangan kedua negara. “Indonesia-Canada CEPA diharapkan dapat meningkatkan akses pasar perdagangan barang dan jasa Indonesia ke wilayah Amerika Utara, peningkatan investasi Kanada di Indonesia, serta pembukaan peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara.”
Baca juga: Defisit USD 7,47 Miliar, Indonesia-Singapura Sepakat Bangkitkan UMKM Lewat Digitalisasi
Kedua negara telah mencapai kesepakatan substantif atas 23 isu runding, yang meliputi: perdagangan barang; jasa; investasi; pengaturan asal barang; pengadaan barang dan jasa pemerintah; serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, juga disepakati isu baru, yaitu dialog bilateral untuk sektor prioritas yang menjadi wadah diskusi dan kerja sama atas isu-isu prioritas kedua negara, antara lain mineral kritis, serta perlindungan kesehatan (sanitari dan fitosanitari) untuk perdagangan daging sapi dan sarang burung walet secara bilateral.