home lifestyle muslim

Filosofi Baju Kebaya Kebesaran Betawi, Tertuang Nilai Islami di Dalamnya

Senin, 18 November 2024 - 18:33 WIB
Filosofi Baju Kebaya Kebesaran Betawi, Tertuang Nilai Islami di Dalamnya
LANGIT7.ID-Jakarta; Pakaian kebaya kebesaran yang khas dipakai pada None Jakarta merupakan warisan budaya Nusantara. Masing-masing bagian dalam satu pakaian memiliki paduan dari berbagai unsur dan filosofi.

Pemenang None Jakarta 2024 ,Aliya Nissa Thalib melansir dari Antara menjelaskan secara rinci arti dari kebaya Betawi None yang dipakai saatacara resmi lainnya. Dia mengatakan bahwa kebaya itu hanya bisa dikenakangadis Betawi yang belum menikah, sementara yang sudah menikah bisa menggunakan kebaya Encim.

Arti Kerudung

Aliya menambahkan baju kebesaran biasanya dipadukan dengan kerudung yang disesuaikan dengan kain dan baju yang dipakai. Kain kerudung yang diselempangkan ke kiri memiliki arti khusus yakni seorang wanita harus murah hati, tidak sombong dan terbuka kepada semua orang.

Sanggul

Dibalik kerudung yang dipakai, rambut None Jakarta juga disanggul yang disebut gelung, konde khas Betawi. Pada gelung juga disematkan ronce melati setengah lingkaran yang dipasangkan searah jam 12 sampai jam 4 atau lima sore yangmenandakan gadis Betawi harus sudah di rumah setelah jam empat atau lima sore.

Gelung Betawi terbilang cukup mudah karena hanya menggulung rambut sampai berbentuk bulat seukuran kepalan tangan dan menatanyasupaya tidak ada anak rambut yang keluar. Rambut di samping kuping juga ditata sedemikian rupa sehingga menutupi sepertiga bagian kuping.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya