MES: Perlu Mempertemukan Industri Halal Indonesia dengan Permintaan Luar Negeri
Mahmuda attar hussein
Kamis, 16 September 2021 - 15:12 WIB
Ilustrasi industri halal. Foto: Langit7/Istock
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan agenda tahunan Indonesia sebagai inisiatif kemitraan dengan semua pemangku kepentingan. Terutama untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam kegiatan internasional di bidang ekonomi dan keuangan syariah.
Seperti diketahui, masterplan ekonomi dan keuangan syariah 2019, Indonesia mencanangkan diri sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi industri halal.
Ketua IV Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Friderica Widyasari Dewi mengatakan, industri halal di tingkat nasional mau pun global, memiliki peluang besar yang menjanjikan dan dapat dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan ummat.
Apalagi, populasi muslim dunia yang lebih dari 1,8 miliar jiwa, pada tahun lalu telah mengeluarkan sekitar USD2 triliun untuk kebutuhan konsumsi. Hal ini menjadi pangsa pasar yang besar dan menjanjikan bagi produk halal di Indonesia.
"Pertumbuhan industri halal yang meningkat dalam lima tahun terakhir. Terlebih, keterlibatan BUMN dan swasta dalam industri ini semakin menjanjikan prospek industri halal Indonesia," ujarnya dalam Diskusi Virtual Road to ISEF 2021: Menggali dan Mengoptimalkan Peluang Ekspor Produk Halal Indonesia di Pasar Global, Kamis (16/9).
Baca juga:Bantu Dunia Usaha Terdampak, Pemerintah Beri Kemudahan Ekspor di Pekan INSW 2021
Meski demikian, lanjut Friderica, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mempertemukan antara pasokan dari industri halal Indonesia dan permintaan barang dan jasa dari luar negeri. Hal itu dilakukan agar pelaku industri halal di Indonesia tidak hanya menjadi pemain di negeri sendiri, tapi juga bisa menjadi pemenang di skala global.
Seperti diketahui, masterplan ekonomi dan keuangan syariah 2019, Indonesia mencanangkan diri sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi industri halal.
Ketua IV Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Friderica Widyasari Dewi mengatakan, industri halal di tingkat nasional mau pun global, memiliki peluang besar yang menjanjikan dan dapat dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan ummat.
Apalagi, populasi muslim dunia yang lebih dari 1,8 miliar jiwa, pada tahun lalu telah mengeluarkan sekitar USD2 triliun untuk kebutuhan konsumsi. Hal ini menjadi pangsa pasar yang besar dan menjanjikan bagi produk halal di Indonesia.
"Pertumbuhan industri halal yang meningkat dalam lima tahun terakhir. Terlebih, keterlibatan BUMN dan swasta dalam industri ini semakin menjanjikan prospek industri halal Indonesia," ujarnya dalam Diskusi Virtual Road to ISEF 2021: Menggali dan Mengoptimalkan Peluang Ekspor Produk Halal Indonesia di Pasar Global, Kamis (16/9).
Baca juga:Bantu Dunia Usaha Terdampak, Pemerintah Beri Kemudahan Ekspor di Pekan INSW 2021
Meski demikian, lanjut Friderica, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mempertemukan antara pasokan dari industri halal Indonesia dan permintaan barang dan jasa dari luar negeri. Hal itu dilakukan agar pelaku industri halal di Indonesia tidak hanya menjadi pemain di negeri sendiri, tapi juga bisa menjadi pemenang di skala global.