Mengenali Serangan Panik dan Kecemasan Serta Mengatasinya
Fajar adhitya
Jum'at, 29 November 2024 - 20:10 WIB
(Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Istilah serangan panik dan gangguan kecemasan sering digunakan secara bergantian, sehingga mengenali masing-masing gangguan itu tidak selalu mudah.
Sesekali berkeringat saat mengalami stres atau kekhawatiran merupakan hal wajar, tetapi gejala seperti jantung berdebar-debar, menggigil, dan gemetar bisa jadi menandakan sesuatu yang lebih serius seperti serangan panik.
Melansir dari Popsugar, mengutip penjelasan dari dua ahli kesehatan mental mengenai perbedaan serangan panik dengan kecemasan, yang dapat bermanfaat untuk menentukan perawatan kesehatan mental yang tepat.
Psikiater dan kepala petugas medis untuk aplikasi perawatan diri Murror, Vania Manipod, DO, mengatakan bahwa serangan kecemasan seringkali tidak separah serangan panik.
Menurut dia, serangan kecemasan cenderung menghilang, dan biasanya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition(DSM-5) menggambarkan serangan panik sebagai lonjakan tiba-tiba rasa takut yang intens atau ketidaknyamanan intens yang mencapai puncaknya dalam hitungan menit.
Menurut DSM-5, gejala serangan panik meliputi jantung berdebar, nyeri dada, dan sesak napas; menggigil meskipun tidak sedang kedinginan, gemetar, serta berkeringat atau merasakan sensasi panas.
Sesekali berkeringat saat mengalami stres atau kekhawatiran merupakan hal wajar, tetapi gejala seperti jantung berdebar-debar, menggigil, dan gemetar bisa jadi menandakan sesuatu yang lebih serius seperti serangan panik.
Melansir dari Popsugar, mengutip penjelasan dari dua ahli kesehatan mental mengenai perbedaan serangan panik dengan kecemasan, yang dapat bermanfaat untuk menentukan perawatan kesehatan mental yang tepat.
Psikiater dan kepala petugas medis untuk aplikasi perawatan diri Murror, Vania Manipod, DO, mengatakan bahwa serangan kecemasan seringkali tidak separah serangan panik.
Menurut dia, serangan kecemasan cenderung menghilang, dan biasanya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition(DSM-5) menggambarkan serangan panik sebagai lonjakan tiba-tiba rasa takut yang intens atau ketidaknyamanan intens yang mencapai puncaknya dalam hitungan menit.
Menurut DSM-5, gejala serangan panik meliputi jantung berdebar, nyeri dada, dan sesak napas; menggigil meskipun tidak sedang kedinginan, gemetar, serta berkeringat atau merasakan sensasi panas.