Jawab Tantangan Pembangunan Infrastruktur, Mahasiswa ITS Inovasikan Jembatan Bentang Panjang Ramah Lingkungan
Tim langit 7
Sabtu, 30 November 2024 - 07:00 WIB
Desain Jembatan Arunika besutan tim Baraga ITS yang menggunakan tipe half through arch bridge dengan dilengkapi empat jalur dua arah.Foto/ist
Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama Baraga menciptakan desain jembatan bentang panjang yang memadukan teknologi canggih dan ramah lingkungan. Selain fungsional, jembatan ini dirancang ramah bagi pejalan kaki dan mengangkat budaya lokal.
Salah satu anggota tim Baraga ITS Moch Choirul Akbar Majid menjelaskan bahwa rancangan jembatan ini berangkat dari kebutuhan akan infrastruktur yang tidak hanya kokoh tetapi juga aman dan ramah lingkungan.
“Kami berupaya menghadirkan solusi yang memadukan efisiensi struktur, penerapan teknologi dan memiliki nilai budaya yang mencerminkan keunikan lokasi jembatan,” ungkapnya.
Jembatan yang diberi nama Arunika sepanjang 180 meter dengan lebar total 30 meter ini dirancang menggunakan tipe half through arch bridge. Yakni desain jembatan dilengkapi dengan tiga pelengkung busur yang terletak di sisi kanan, kiri, dan tengah struktur agar beban terdistribusi secara optimal. Adapun lantai untuk kendaraan terletak di tengah busur utama dengan empat jalur dua arah.
Baca juga:Tingkatkan Kompetensi, Alumnus ITS Luncurkan Platform Pembelajaran AkademiSipil
Tak hanya itu, tim di bawah bimbingan dosen Ahmad Basshofi Habieb ST MT PhD ini mengintegrasikan penggunaan teknologi pada desain jembatan melalui Smart Bridge Monitoring System (SBMS). SBMS tersebut dilengkapi dengan berbagai sensor canggih seperti strain gauge, accelerometer, dan warning lack system. “Sensor ini memastikan keamanan jembatan dan pengguna,” terang mahasiswa Departemen Teknik Sipil tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan oleh mahasiswa yang biasa disapa Akbar ini, strain gauge dapat mendeteksi regangan pada struktur jembatan, sementara accelerometer digunakan untuk memantau frekuensi getaran. Sehingga ketika ada bagian yang mengalami tekanan melebihi kapasitas, sistem akan memberikan peringatan dini kepada pengguna melalui fitur warning lack system.
Salah satu anggota tim Baraga ITS Moch Choirul Akbar Majid menjelaskan bahwa rancangan jembatan ini berangkat dari kebutuhan akan infrastruktur yang tidak hanya kokoh tetapi juga aman dan ramah lingkungan.
“Kami berupaya menghadirkan solusi yang memadukan efisiensi struktur, penerapan teknologi dan memiliki nilai budaya yang mencerminkan keunikan lokasi jembatan,” ungkapnya.
Jembatan yang diberi nama Arunika sepanjang 180 meter dengan lebar total 30 meter ini dirancang menggunakan tipe half through arch bridge. Yakni desain jembatan dilengkapi dengan tiga pelengkung busur yang terletak di sisi kanan, kiri, dan tengah struktur agar beban terdistribusi secara optimal. Adapun lantai untuk kendaraan terletak di tengah busur utama dengan empat jalur dua arah.
Baca juga:Tingkatkan Kompetensi, Alumnus ITS Luncurkan Platform Pembelajaran AkademiSipil
Tak hanya itu, tim di bawah bimbingan dosen Ahmad Basshofi Habieb ST MT PhD ini mengintegrasikan penggunaan teknologi pada desain jembatan melalui Smart Bridge Monitoring System (SBMS). SBMS tersebut dilengkapi dengan berbagai sensor canggih seperti strain gauge, accelerometer, dan warning lack system. “Sensor ini memastikan keamanan jembatan dan pengguna,” terang mahasiswa Departemen Teknik Sipil tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan oleh mahasiswa yang biasa disapa Akbar ini, strain gauge dapat mendeteksi regangan pada struktur jembatan, sementara accelerometer digunakan untuk memantau frekuensi getaran. Sehingga ketika ada bagian yang mengalami tekanan melebihi kapasitas, sistem akan memberikan peringatan dini kepada pengguna melalui fitur warning lack system.