home global news

Kominfo: 3.830 Orang Positif Covid-19 Beraktivitas di Ruang Publik

Kamis, 16 September 2021 - 23:05 WIB
Ilustrasi seorang kerabat mengantarkan makanan kepada penderita Covid-19 secara social distancing. Foto: Langit7.id/iStock
Berdasarkan data aplikasi PenduliLindungi, ribuan masyarakatyang terpapar Covid-19 terpantaukerap melakukan aktivitas di tempat-tempat umum. Untuk itu, pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menghindari aktivitas di ruang publik saat berstatus positif agar tidak membahayakan orang lain.

Aplikasi PeduliLindungi mencatat ada 3.830 orang positif Covid-19 masih beraktivitas diruangpublikseperti mal, pabrik, pusat perdagangan, transportasi umum, dan tempat wisata. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, pemerintah bekerja sama dengan Satgas Covid-19 di fasilitas publik dan dinas kesehatan (dinkes) tiap daerah segera untuk merujuk orang yang terjaring atau masuk ke kategori hitam agar segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat (isoter) terdekat.

Baca Juga:Indonesia Presiden G20, Manfaatkan untuk Pemulihan Ekonomi

"Pemerintah terus memantau dan menindak setiap individu yang terdeteksi sebagai kategori hitam atau bersatus positif Covid-19 dalam aplikasi PeduliLindungi tetapi masih mencoba beraktivitas di ruang publik," kata Johnny dalam keterangan pers, Kamis (16/9/2021).

Selanjutnya, Menkominfo meminta para petugas yang berjaga di pintu masuk juga diminta memperketat pengawasan agar warga yang positif Covid-19 tidak lolos pemeriksaan. Di sisi lain masyarakat juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak nekat bepergianjika berstatuspositif Covid-19 agar treatment penyembuhan juga berlangsung optimal.

"Aktivitas di luar ruangan jelas sangat beresiko membahayakan kesehatan orang lain. Pemerintah meminta masyarakat untuk ikut meningkatkan kesadaran dan bertanggung jawab dengan menghindari risiko penularan ke orang lain," ungkapnya.Baca Juga:Kominfo Gunakan Seluruh Jalur Komunikasi Sukseskan Presidensi G20

Menurutnya, berbagai upaya ini dilakukan untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 yang pernah terjadi pada pertengahan Juni-Agustus 2021. Pada periode itu, peningkatan kasus bukan hanya disebabkan oleh penyebaran varian Delta, tetapi juga aktivitas sosial ekonomi yang tidak diimbangi dengan disiplin protokol kesehatan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kemenkominfo kasus positif covid-19 johnny g plate dr siti nadia tarmizi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya