home lifestyle muslim

Tren Wanita Enggan Punya Anak Jadi Alasan Korea Selatan Terancam Lenyap Lebih Dahulu

Rabu, 04 Desember 2024 - 21:00 WIB
Bukchon Hanok Village, salah satu desa di Korea Selatan
Korea Selatan diprediksi menjadi negara pertama yang bakal lenyap dari muka bumi, lantaran mengalami krisis kelahiran. Meskipun pemerintah telah mengupayakan banyak hal untuk membalikkan keadaan, namun faktanya wanita di Korea Selatan enggan.

Pemerintah Korea Selatan telah menerapkan kebijakan untuk mendorong angka kelahiran yang lebih tinggi. Seperti, merekrut pekerja rumah tangga asing untuk penitipan anak, menawarkan tunjangan pajak, dan bahkan mengusulkan untuk mengecualikan laki-laki dari wajib militer jika mereka memiliki tiga anak atau lebih pada usia 30 tahun.

Sayangnya sejauh ini langkah-langkah tersebut hanya berdampak kecil. Akar permasalahannya terletak pada kondisi sosial dan budaya negara tersebut.

Banyak perempuan, terutama di daerah perkotaan, memprioritaskan karier dibandingkan memulai berkeluarga, dengan lebih dari separuh responden dalam survei pemerintah tahun 2023 menyebutkan, “beban mengasuh anak” sebagai hambatan terbesar bagi perempuan untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca juga:Sempat Tersinggung, Sunhaji Pedagang Es Teh Telah Memaafkan Gus Miftah

Meningkatnya rumah tangga dengan pendapatan ganda dan akses yang lebih besar terhadap pendidikan, telah memberdayakan perempuan untuk menunda atau bahkan tidak menikah dan melahirkan anak. Hal tersebut dilansir dari economictime.com.

Terlebih lagi, pernikahan sendiri tidak lagi dipandang penting untuk memiliki anak. Tren ini bisa dilihat selama dekade terakhir, di mana persentase masyarakat yang menerima kelahiran anak di luar nikah telah meningkat dari 22% menjadi 35%, meskipun hanya 2,5% anak yang lahir di luar nikah di Korea Selatan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya