Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home global news detail berita

Sempat Tersinggung, Sunhaji Pedagang Es Teh Telah Memaafkan Gus Miftah

lusi mahgriefie Rabu, 04 Desember 2024 - 17:10 WIB
Sempat Tersinggung, Sunhaji Pedagang Es Teh Telah Memaafkan Gus Miftah
Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah
LANGIT7-Jakarta,- - Sunhaji, seorang pedagang es teh keliling yang mendapat hinaan dari Gus Miftah dan menjadi viral, mengaku tersinggung dengan apa yang diucapkan pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu. Namun begitu ia tetap bisa memaafkannya.

Viral sebuah video saat acara pengajian Gus Miftah di Magelang, Jawa Tengah. Kala itu terekam momen Gus Miftah mengeluarkan umpatan pada Sunhaji yang sedang berjualan es di antara jamaah pengajian Magelang Bersholawat.

“Es tehmu jik okeh ra? Masih, yo kono didol go*lok (Es teh kamu masih banyak atau tidak? Masih, ya sana dijual. go*lok),” ucap Gus Miftah dari atas panggung.

“Dol'en ndisik ngko lak rung payu, wis, takdir (kamu jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir),” sambung Gus Miftah.

Baca juga:Gus Miftah Borong Dagangan UMKM Usai Maki Tukang Es Teh, Warganet: Abis Blunder Langsung Pencitraan

Peristiwa tersebut menjadi viral dan jadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat. Sunhaji yang menjadi korban penghinaan tersebut pun mengaku tersinggung atas apa yang diucapkan Gus Miftah.

“Tersinggung saya, lagi masuk tiba-tiba ada suara kayak gitu,” kata Sunhaji melansir sebuah video wawancara di Youtube, Rabu (4/12/2024).

Ia menyatakan kekecewaannya terhadap Miftah, seorang tokoh yang memiliki Pondok Pesantren Ora Aji di Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Ditambah saat acara berlangsung, sejumlah tokoh dan juga ulama yang hadir di sana turut menertawakan dirinya.

Acara salawat malam itu dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Habib Zaidan, Muhammad Yusuf Chudlori (Ketua DPW PKB Jateng), dan Usman Ali pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Al Huda.

Meski merasa tersinggung namun Sunhaji mengaku dirinya masih bisa tahan. “Tidak apa-apa, sudah biasa itu,” tambahnya. Dalam video rekaman yang beredar pun terlihat Sunhaji tetap berjualan meski telah menerima hinaan dan ditertawakan banyak orang.

Sebab baginya mencari nafkah untuk keluarga lebih penting dari apapun. Ia mengatakan malam itu mendapat Rp35.000 dari hasil menjual tujuh gelas es teh. Uang tersebut ia bawa pulang, Rp15.000 untuk membeli bensin dan sisanya untuk anak-anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD.

Baca juga:Nasib Penjual Es Teh yang Dicemooh Gus Miftah: Bakal Umrah Awal Ramadhan

Sementara itu, pagi tadi Gus Miftah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video berdurasi satu menit.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Miftah Maulana Habiburrahman menanggapi yang viral hari. Yang pertama, dengan kerendahan hati saya minta maaf atas kekhilafan saya,” kata Pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden itu.

Tak hanya melalui video, Gus Miftah juga mendatangi kediaman Sunhaji di Dusun Gesari, Kelurahan Banyusari, Kecamatan Grabag, untuk meminta maaf secara langsung.

“Saya sudah memaafkan,” kata Sunhaji dalam sebuah video wawancara, Rabu (4/12/2024). Sunhaji mengaku tak mempersoalkan apa yang sudah terjadi padanya. Meski sempat tersinggung namun ia tidak merasa sakit hati atas apa yang dilakukan Gus Miftah.

“Saya dan Gus Miftah tidak punya masalah apa-apa. Tidak ada sakit hati,” ujarnya.

Namun Sunhaji hanya mengaku kaget sebab di rumahnya jadi ramai didatangi banyak orang. Dia tidak menyangka kenapa menjadi viral.

“Saya tadi malam, di rumah, kok banyak orang, ini ada apa? (Saya) mboten ngertos (tidak mengerti) jadi viral gini,” pungkasnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)