home edukasi & pesantren

Ketika Dakwah Kehilangan Adab: Pelajaran Berharga untuk Umat, Kasus Gus Miftah Jangan Terjadi Lagi

Kamis, 05 Desember 2024 - 10:16 WIB
Ketika Dakwah Kehilangan Adab: Pelajaran Berharga untuk Umat, Kasus Gus Miftah Jangan Terjadi Lagi
LANGIT7.ID-Jakarta;Dunia dakwah Islam kembali dihadapkan pada sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga adab dalam menyampaikan ajaran agama. Sebuah peristiwa yang melibatkan penggunaan kata kasar oleh seorang pendakwah terhadap pedagang kecil telah memicu diskusi mendalam tentang etika berdakwah di era modern.

Islam menempatkan adab berbicara sebagai fondasi utama dalam menyebarkan ajaran agama. Al-Qur'an dengan indah menggambarkan pentingnya bertutur kata yang baik dalam Surah Al-Isra ayat 53: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)."

Baca juga: Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, Lembaga Dakwah PBNU Ingatkan Etika dan Guyon dalam Berdakwah

Kehilangan adab dalam berdakwah bukan hanya mencerminkan kekurangan pribadi pendakwah, tetapi juga dapat mengaburkan esensi ajaran Islam yang penuh rahmat. Sosok Rasulullah SAW telah memberikan teladan sempurna bagaimana seharusnya dakwah disampaikan. Bahkan ketika menghadapi cacian dan hinaan, beliau tetap membalas dengan kelembutan dan doa.

Al-Qur'an dalam Surah An-Nahl ayat 125 juga memberikan panduan jelas tentang metode dakwah yang benar: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik." Ayat ini menegaskan bahwa keberhasilan dakwah tidak diukur dari seberapa keras suara atau tajam kritikan, melainkan dari bagaimana pesan tersebut dapat menyentuh hati dengan kelembutan.

Baca juga:Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, Dibalas Gus Umar: Becandamu Gak Lucu!

Di tengah arus modernisasi dan tuntutan konten viral, beberapa pendakwah terjebak dalam gaya ceramah yang mengesampingkan adab demi menarik perhatian. Fenomena ini seharusnya menjadi introspeksi bagi seluruh umat Islam, terutama para pendakwah, bahwa popularitas tidak boleh mengorbankan nilai-nilai fundamental ajaran Islam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya