Menuju Ekonomi Hijau: Wamendag Prioritaskan Perdagangan Berkelanjutan
Tim langit 7
Kamis, 05 Desember 2024 - 16:37 WIB
Menuju Ekonomi Hijau: Wamendag Prioritaskan Perdagangan Berkelanjutan
LANGIT7.ID-Jakarta; Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, Kementerian Perdagangan mendorong upaya bersama dalam mendukung perdagangan yang seimbang dengan melakukan adaptasi dan mitigasi iklim. Saat ini, setiap negara diharapkan dapat memberikan prioritas pada perdagangan hijau, ramah lingkungan, serta berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Wamendag Roro dalam Pertamina Portfolio Forum 2024 yang digelar pada Rabu, (4/12) di Kantor Grha Pertamina, Jakarta. Forum tersebut mengusung tema “Orchestrating a Winning Portfolio”.
“Kementerian Perdagangan mendorong upaya bersama dalam mendukung perdagangan yang seimbang dengan melakukan adaptasi dan mitigasi iklim. Kebijakan iklim memiliki irisan atau keterkaitan yang erat dengan perdagangan. Saat ini, setiap negara diharapkan dapat memberikan prioritas pada perdagangan yang hijau, ramah lingkungan, serta berkelanjutan,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan resmi, Kamis (5/12/2024).
Baca juga: Wamendag Roro: Ekonomi Indonesia dan Kanada Ciptakan Peluang Besar di Berbagai Sektor
Wamendag Roro mengungkapkan, transisi energi merupakan upaya pemerintah menuju ekonomi hijau dalam mencegah ancaman perubahan iklim dan krisis energi. Sesuai dengan Persetujuan Paris (The Paris Agreement) pada 2016, setiap negara termasuk Indonesia telah berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Hal ini dilakukan sebagai bentuk respon global terhadap ancaman perubahan iklim.
Menurut Wamendag Roro, Indonesia memiliki beberapa strategi utama menuju Net Zero Emissions (NZE) pada 2060. Strategi tersebut meliputi elektrifikasi dan efisiensi energi melalui peningkatan penggunaan kendaraan listrik, perluasan penggunaan energi terbarukan, serta pemanfaatan dan penyimpanan karbon.
“Kita melihat keterkaitan erat antara kebijakan iklim dengan perdagangan. Saat ini, setiap negara diharapkan dapat melakukan mitigasi dan adaptasi serta memberikan prioritas pada perdagangan yang hijau, ramah lingkungan, serta berkelanjutan,” urai Wamendag Roro.
Hal ini disampaikan Wamendag Roro dalam Pertamina Portfolio Forum 2024 yang digelar pada Rabu, (4/12) di Kantor Grha Pertamina, Jakarta. Forum tersebut mengusung tema “Orchestrating a Winning Portfolio”.
“Kementerian Perdagangan mendorong upaya bersama dalam mendukung perdagangan yang seimbang dengan melakukan adaptasi dan mitigasi iklim. Kebijakan iklim memiliki irisan atau keterkaitan yang erat dengan perdagangan. Saat ini, setiap negara diharapkan dapat memberikan prioritas pada perdagangan yang hijau, ramah lingkungan, serta berkelanjutan,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan resmi, Kamis (5/12/2024).
Baca juga: Wamendag Roro: Ekonomi Indonesia dan Kanada Ciptakan Peluang Besar di Berbagai Sektor
Wamendag Roro mengungkapkan, transisi energi merupakan upaya pemerintah menuju ekonomi hijau dalam mencegah ancaman perubahan iklim dan krisis energi. Sesuai dengan Persetujuan Paris (The Paris Agreement) pada 2016, setiap negara termasuk Indonesia telah berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Hal ini dilakukan sebagai bentuk respon global terhadap ancaman perubahan iklim.
Menurut Wamendag Roro, Indonesia memiliki beberapa strategi utama menuju Net Zero Emissions (NZE) pada 2060. Strategi tersebut meliputi elektrifikasi dan efisiensi energi melalui peningkatan penggunaan kendaraan listrik, perluasan penggunaan energi terbarukan, serta pemanfaatan dan penyimpanan karbon.
“Kita melihat keterkaitan erat antara kebijakan iklim dengan perdagangan. Saat ini, setiap negara diharapkan dapat melakukan mitigasi dan adaptasi serta memberikan prioritas pada perdagangan yang hijau, ramah lingkungan, serta berkelanjutan,” urai Wamendag Roro.