home lifestyle muslim

Lurik Auliya, Menjaga Tradisi Tenun di Tengah Modernisasi

Jum'at, 06 Desember 2024 - 19:32 WIB
Lurik Auliya yang berlokasi di Gunung Kidul. Foto: Istimewa.
Di sebuah sudut Gunung Kidul, karya tenun tradisional masih bertahan berkat kegigihan Suyatmi, pemilik Lurik Auliya. Sejak 2004, ia memulai perjalanan sebagai perajin lurik dengan menggunakan alat tenun tradisional.

"Sejak kecil sebenarnya sudah belajar tenun, tapi mulai menekuni sejak setelah menikah pada 2004," ujar Suyatmi saat ditemui di kediamannya di Dusun Jeruk Legi, Desa Katongan, Kec. Nglipar, Gunung Kidul.

Pada awalnya, Suyatmi hanya bisa membuat tenun kasar. Namun, usai mendapat pelatihan, ia bisa membuat tenun halus, bahkan membuat produk turunannya seperti pakaian hingga tas.

Baca juga: Aloe Land: Kampung Edukasi Lidah Buaya, Berdayakan Gunung Kidul

Suyatmi mendapat support atau dukungan dari Dompet Dhuafa pada 2007. Sejak saat itu, tempat produksi yang ia kelola berkembang. Dompet Dhuafa memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produksi.

Dompet Dhuafa menawarkan modal serta peralatan tenun yang lebih modern untuk membantu pengembangan usaha. Hasilnya, Lurik Auliya mulai berkembang. Ibu Suyatmi mengajak warga sekitar untuk terlibat dalam proses produksi dan pemasaran.

"Alhamdulillah, sekarang kami sudah punya brand masing-masing. Dulu kami hanya beranggotakan tujuh orang, tapi sekarang usaha ini sudah melibatkan banyak warga," ungkapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya