home edukasi & pesantren

Sejarah Daulah Fatimiyah: Buah Ketidakpuasan Kaum Syiah terhadap Daulah Abbasiyah

Ahad, 08 Desember 2024 - 08:35 WIB
Ilustrasi: Daulah Fathimiyah (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID-Menjelang akhir abad ke-10 kondisi Daulah Abbasiyah di Baghdad mulai melemah karena daerah kekuasaannya yang luas sudah tidak dapat terkonsolidasikan lagi atau tepatnya memasuki masa disintegrasi.

Kondisi seperti ini membuka peluang bagi munculnya daulah-daulah kecil di daerah-daerah. Mereka membebaskan diri dari pemerintahan pusat, terutama bagi gubernur dan Khalifahnya yang sudah memiliki tentara sendiri. Di daulah itu di antaranya adalah Daulah Fatimiyah.

Daulah Fatimiyah merupakan pemerintahan Syiah. Kala itu, Hubungan antara Daulah Abbasiyah dengan orang-orang Syiah selalu dalam keadaan konflik. Ini terjadi karena Daulah Abbasiyah pernah mengkhianati orang-orang Syiah. Itulah sebabnya sekte Syiah selalu bersikap oposisi bagi pemerintahan Daulah Abbasiyah.

Akibatnya, orang-orang Syiah selalu dikejar-kejar penguasa Daulah Abbasiyah.

Hasan Ibrahim Hasan dalam bukunya berjudul "Tarikh al-Daulah al-Fatimiyah fi Maghribi wa Misra wa Surya, Mesir" menyebut sewaktu terjadi pengejaran besar-besaran terhadap orang-orang Syiah pada masa Khalifah al-Hadi, Imam Idris Ibn Abdullah dan pengikut-pengikutnya berhasil melarikan diri ke Maroko dan mendirikan Daulah Idrisiyah di sana pada tahun 172 H.

Imam Abdullah As-Syi’i (Imam Syiah) termasuk orang yang hendak ditangkap tentara Daulah Abbasiyah sehingga dia melarikan diri dari Baghdad dan berhasil sampai ke desa Salmajah dekat Syiria dan menetap disana.

Kemudian dia menjadikannya sebagai markas dakwah orang-orang Syiah. Tidak lama menetap di Salmajah dia melanjutkan perjalanannya sampai ke Maroko.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya