home wisata halal

Dodoro, Jenang Khas Makassar Hanya Tersaji di Acara Adat

Jum'at, 17 September 2021 - 10:57 WIB
Kue Dodoro khad Makassar (foto: istimewa)
Dodoro adalah salah satu kue tradisional khas Makassar. Terbuat dari tepung ketan hitam, kelapa dan gula merah.

Penganan yang satu ini berbeda dengan kue tradisional lainnya, jika kue tradisional pada umumnya wajib ada di acara adat tetapi banyak juga ditemukan di toko kue. Sementara Dodoro, hanya disajikan di acara adat.

Kudapan khas Makassar ini, terasa renyah manis dan gurih. Sebab olahannya menggunakan banyak kelapa, dan gula merah. Cara membuatnya juga sangat rumit menggunakan delapan orang tenaga untuk mengaduknya sampai kental.

Dimasaknya pun di atas tanah menggunakan wajan besar, kayu bakar, dan dimasak sampai empat jam.Untuk membuat sendiri di rumah tentu sangat susah. Itulah sebabnya dodoro Makassar ini, sulit ditemukan di toko-toko kue.

Kue yang teksturnya lembut ini, selalu menjadi seserahan di acara pernikahan. Khususnya pengantin mempelai laki-laki asli kabupaten Gowa, Takalar dan Jeneponto. Biasanya mempelai laki-laki membawa kue dodoro saat datang ke rumah mempelai wanita, di hari akad nikah. Kudapan berwarna hitam pekat ini bahkan jadi kue favorit para tamu undangan.

Meskipun tidak dijual bebas di toko kue, Dodoro bisa anda temukan saat berkunjung ke kawasan wisata Malino, kabupaten Gowa atau di toko oleh-oleh yang ada di Kota Makassar.

Daeng Ranne, salah seorang pembuat Dodoro di Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, kabupaten Gowa menjelaskan, setiap daerah banyak yang bisa membuat resep dodoro yang tekstur dan rasanya berbeda-beda.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
makassar kuliner daerah kuliner nusantara
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya