Hadiri Pelantikan Mundakir Sebagai Rektor UM Surabaya, Haedar: Bikin Civitas Akademika Tak Bisa Tidur
Tim langit 7
Senin, 09 Desember 2024 - 15:00 WIB
Prosesi pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya periode 2024-2028, Mundakir, Senin (9/12/2024)
Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya periode 2024-2028, Mundakir, dilantik pada Senin (9/12/2024). Mundakir dikukuhkan sebagai Rektor UM Surabaya sesuai dengan Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah No 591/KEP/I.0/D/2024.
Mundakir menjabat rektor baru menggantikan Sukadiono, yang telah menjabat tiga periode (2012-2024).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam amanatnya menyampaikan selamat kepada Mundakir dalam menunaikan amanah. “Tugas ini memang berat, tapi bisa ditunaikan dengan baik ke depannya,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Haedar untuk Rektor UMSurabaya yang sebelumnya. Khususnya dr. Sukadiono yang berhasil membawa UMSurabaya berada di posisi sekarang ini dengan akreditasi Institusi Unggul.
Baca juga:Mundakir Ditetapkan Menjadi Rektor UM Surabaya 2024-2029
Melanjutkan kepemimpinan, katanya, harus disertai dengan semangat transformasi untuk perubahan yang cepat dan dinamis. Transformasi tetap dilakukan meski dengan keterbatasan, selain itu juga penting untuk mengkapitalisasi semua potensi yang dimiliki oleh kampus.
Haedar menekankan supaya kemajuan dan keberhasilan jangan menjadikan civitas akademika merasa aman dan nyaman. Kondisi ini oleh Haedar jangan dibiarkan berlarut-larut, sebab akan menyebabkan stagnansi.
Mundakir menjabat rektor baru menggantikan Sukadiono, yang telah menjabat tiga periode (2012-2024).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam amanatnya menyampaikan selamat kepada Mundakir dalam menunaikan amanah. “Tugas ini memang berat, tapi bisa ditunaikan dengan baik ke depannya,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Haedar untuk Rektor UMSurabaya yang sebelumnya. Khususnya dr. Sukadiono yang berhasil membawa UMSurabaya berada di posisi sekarang ini dengan akreditasi Institusi Unggul.
Baca juga:Mundakir Ditetapkan Menjadi Rektor UM Surabaya 2024-2029
Melanjutkan kepemimpinan, katanya, harus disertai dengan semangat transformasi untuk perubahan yang cepat dan dinamis. Transformasi tetap dilakukan meski dengan keterbatasan, selain itu juga penting untuk mengkapitalisasi semua potensi yang dimiliki oleh kampus.
Haedar menekankan supaya kemajuan dan keberhasilan jangan menjadikan civitas akademika merasa aman dan nyaman. Kondisi ini oleh Haedar jangan dibiarkan berlarut-larut, sebab akan menyebabkan stagnansi.