home sports

Mengejutkan! Timnas Indonesia Kesulitan Hadapi Laos di Piala AFF 2024, Marselino Kartu Merah

Kamis, 12 Desember 2024 - 22:03 WIB
Mengejutkan! Timnas Indonesia Kesulitan Hadapi Laos di Piala AFF 2024, Marselino Kartu Merah
LANGIT7.ID-Jakarta;Timnas Indonesia kembali mengecewakan publik sepakbola Tanah Air setelah tampil buruk dan hanya mampu bermain imbang 3-3 melawan Laos dalam laga Grup B Piala AFF 2024 di Stadion Manahan, Solo. Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang pembuktian kekuatan skuad Garuda justru berubah menjadi mimpi buruk dengan kartu merah Marselino Ferdinan dan rapuhnya lini pertahanan.

Memasuki babak kedua dengan skor 2-2, Indonesia yang seharusnya tampil lebih agresif justru terlihat gugup dan kehilangan arah. Pratama Arhan yang dikenal memiliki lemparan jauh mematikan, mendapat dua kali kesempatan memberikan ancaman di awal babak. Namun, karakteristik permainan yang biasanya menjadi senjata andalan timnas ini sama sekali tidak memberikan hasil karena koordinasi yang buruk antar pemain depan.

Baca juga: Pertahanan Bobrok! Timnas Indonesia Hampir Tertinggal dari Laos di Babak Pertama

Ketidakmampuan lini serang Indonesia semakin terlihat saat Rafael Struick, yang dipercaya memimpin lini depan, gagal memanfaatkan peluang emas di menit ke-60. Dalam posisi yang cukup bebas, serangannya justru menghasilkan tendangan melambung jauh di atas mistar gawang Laos. Momen ini menjadi cerminan betapa tidak efektifnya serangan Indonesia sepanjang pertandingan.

Tekanan dari permainan Laos yang di luar dugaan tangguh membuat mental pemain Indonesia goyah. Hal ini terlihat saat timnas mendapat tendangan bebas di menit ke-66 setelah Rafael Struick dilanggar Phoutthavong Sangvilay. Marselino yang dipercaya mengeksekusi tendangan bebas gagal menembus tembok pertahanan Laos, membuang peluang emas lainnya untuk mengubah skor.

Baca juga: Coach Shin Ajak Garuda Fans Dukung Langsung Timnas Lawan Laos

Puncak kekacauan terjadi pada menit ke-68 ketika Marselino Ferdinan, yang seharusnya menjadi pengatur serangan andalan, justru mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap P.Phommathep. Keputusan tak terkendali ini memaksa Indonesia harus bermain dengan 10 pemain, memperburuk situasi tim yang sudah kesulitan mengembangkan permainan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya