Gekrafs Jatim Berpotensi jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Nasional
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 17 September 2021 - 20:49 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno. (foto: Kemenparekraf)
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur berpotensi menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 dan tantangan ekonomi.
Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam Pelantikan Pengurus Gekrafs DWP Jatim Periode 2021 - 2024, di Rustic Center Surabaya, Kamis (16/9).
Menurutnya, Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu penopang kekuatan ekonomi di Indonesia, setelah DKI Jakarta. Kontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasionalnya mencapai 14,4%.
"Karena ada Rp1,100 triliun lebih yang dikontribusikan oleh sektor ekonomi kreatif terhadap ekonomi Indonesia. Maka dari itu, Gekraf Jatim haruslah mampu menjadi lokomotif dari kebangkitan dan kepulihan ekonomi kita," kata Sandiaga seperti dikutip Jumat (17/9).
Baca juga:Pemerintah Gratiskan Pajak Penjualan Mobil Baru
Sandiaga menjelaskan Jawa Timur memiliki potensi ekonomi kreatif yang cukup besar. Secara statistik selama kurun waktu 2015 - 2016, jumlah pelaku ekraf di Jatim meningkat hingga 20%.
Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, lanjut Menparekraf, yang menjadi subsektor utama adalah Kuliner, Kriya, dan Fesyen. Tiga subsektor lainnya berpeluang menjadi pandemic winner, yaitu Televisi dan Radio, termasuk Film, Animasi dan Video. Kedua subsektor aplikasi dan terakhir subsektor Pengembang Permainan.
Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam Pelantikan Pengurus Gekrafs DWP Jatim Periode 2021 - 2024, di Rustic Center Surabaya, Kamis (16/9).
Menurutnya, Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu penopang kekuatan ekonomi di Indonesia, setelah DKI Jakarta. Kontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasionalnya mencapai 14,4%.
"Karena ada Rp1,100 triliun lebih yang dikontribusikan oleh sektor ekonomi kreatif terhadap ekonomi Indonesia. Maka dari itu, Gekraf Jatim haruslah mampu menjadi lokomotif dari kebangkitan dan kepulihan ekonomi kita," kata Sandiaga seperti dikutip Jumat (17/9).
Baca juga:Pemerintah Gratiskan Pajak Penjualan Mobil Baru
Sandiaga menjelaskan Jawa Timur memiliki potensi ekonomi kreatif yang cukup besar. Secara statistik selama kurun waktu 2015 - 2016, jumlah pelaku ekraf di Jatim meningkat hingga 20%.
Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, lanjut Menparekraf, yang menjadi subsektor utama adalah Kuliner, Kriya, dan Fesyen. Tiga subsektor lainnya berpeluang menjadi pandemic winner, yaitu Televisi dan Radio, termasuk Film, Animasi dan Video. Kedua subsektor aplikasi dan terakhir subsektor Pengembang Permainan.