home global news

Tujuh Rekomendasi Muhammadiyah Microfinance Summit III, Berupaya Ciptakan Ekonomi Inklusif

Senin, 16 Desember 2024 - 08:00 WIB
Penggerak Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) se-Indonesia mengikuti Muhammadiyah Microfinance Summit III di Yogyakarta mulai 12-14 Desember 2024.
Para penggerak Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) se-Indonesia mengikuti Muhammadiyah Microfinance Summit III di Yogyakarta mulai 12-14 Desember 2024. Forum tersebut menghasilkan tujuh rekomendasi.

Agenda dengan tema “Membangun korporasi microfinance Muhammadiyah dalam Risalah Islam Berkemajuan,” itu menghasilkan rekomendasi yang dirumuskan dalam bingkai Islam Berkemajuan untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.

Menurut Ketua Induk BTM, Achmad Suud, hadirnya BTM merupakan usaha nyata Muhammadiyah untuk membangun ekonomi umat, sehingga memiliki daya saing dan daya tawar.

"BTM memiliki peran penting dalam memajukan ekonomi umat, lebih-lebih para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini masih mengalami kesulitan untuk akses pembiayaan maupun kredit dari perbankan besar," katanya.

Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Mudharabah dan Internasional shock

Adapun ketujuh rekomendasi Muhammadiyah Microfinance Summit III 2024 sebagai berikut:

1. Ketidakadilan ekonomi yang terjadi di negeri ini tidak akan pernah usai sepanjang kebijakan keberpihakan ekonomi itu masih mempertahankan paradigma klasik berupa penindasan ekonomi dengan mengutamakan segelintir orang atau oligarki serta menanggalkan kepentingan wong cilik yang selama ini sebagian besar mengembangkan usaha di sektor UMKM.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya