Mendikdasmen Abdul Mu’ti Berpesan pada Guru: Luruskan Niat, Cintai Murid, Ilmu dan Profesi
Tim langit 7
Senin, 16 Desember 2024 - 18:00 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti mengajak guru-guru Muhammadiyah di Cilacap untuk kembali meluruskan niat.
Menurutnya profesi guru tidak hanya bersifat keduniaan, tapi juga mengemban misi kenabian atau profetik. Menjadi guru itu memiliki misi utama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pesan itu disampaikan oleh Abdul Mu’ti pada Senin (16/12) di Cilacap dalam agenda Pembinaan Guru dan Karyawan Sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Cilacap yang diadakan Pendopo Kabupaten Cilacap.
Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam ini juga berpesan supaya guru memiliki cinta yang besar kepada peserta didik atau murid. Mencintai murid dengan berbagai kondisi yang mereka miliki.
Baca juga:UMKM Pesantren Harus Siap Bersaing di Tengah Era Digital
“Kita harus menata pikiran kita, bahwa setiap anak yang belajar di sekolah kita itu adalah para utusan Allah, para hamba Allah yang membukakan pintu surga,” tutur Abdul Mu’ti mengutip perkataan Seyyed Hossein Nasr.
Tanpa murid, seorang guru tidak bisa disebut sebagai guru dan seorang terpelajar atau berilmu tidak bisa mengamalkan ilmunya. Jika demikian, maka mendidik harus dilandasi rasa cinta dan kasih.
Menurutnya profesi guru tidak hanya bersifat keduniaan, tapi juga mengemban misi kenabian atau profetik. Menjadi guru itu memiliki misi utama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pesan itu disampaikan oleh Abdul Mu’ti pada Senin (16/12) di Cilacap dalam agenda Pembinaan Guru dan Karyawan Sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Cilacap yang diadakan Pendopo Kabupaten Cilacap.
Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam ini juga berpesan supaya guru memiliki cinta yang besar kepada peserta didik atau murid. Mencintai murid dengan berbagai kondisi yang mereka miliki.
Baca juga:UMKM Pesantren Harus Siap Bersaing di Tengah Era Digital
“Kita harus menata pikiran kita, bahwa setiap anak yang belajar di sekolah kita itu adalah para utusan Allah, para hamba Allah yang membukakan pintu surga,” tutur Abdul Mu’ti mengutip perkataan Seyyed Hossein Nasr.
Tanpa murid, seorang guru tidak bisa disebut sebagai guru dan seorang terpelajar atau berilmu tidak bisa mengamalkan ilmunya. Jika demikian, maka mendidik harus dilandasi rasa cinta dan kasih.