Wasiat Berharga Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad
Tim langit 7
Selasa, 17 Desember 2024 - 05:00 WIB
Wasiat Berharga Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad
LANGIT7.ID-Kumail bin Ziyad an-Nakha'i lahir pada tahun 633. Ia tinggal di Kufah dan menjadi pemuka kabilahnya. Kumail sangat dihormati dan ditaati oleh pengikutnya.
Ali al-Mada'ini menyebutkan bahwa di antara penduduk Kufah yang tekun beribadah adalah salah satunya adalah Kumail.
Ia termasuk di antara sekelompok penduduk Kufah yang berbicara kasar kepada gubernurnya, Sa'id bin al-Ash, di majelisnya. Akibat perbuatannya dan sekelompok orang lainnya, Sa'id melaporkan masalah tersebut kepada Khalifah Utsman bin Affan. Utsman kemudian menyuruhnya agar mereka diasingkan ke Syam.
Setelah Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, Kumail termasuk di antara sahabatnya dan ikut serta bersamanya dalam Pertempuran Shiffin.
Ali pernah mengangkatnya menjadi gubernur wilayah Al-Jazirah setelah berhasil menguasainya. Gubernur yang pernah diangkat Ali sebelum Kumail adalah Malik al-Asytar.
Di wilayah ini, ia memiliki peranan dalam melawan pasukan Muawiyah bin Abu Sufyan yang ingin menyerang wilayahnya. Ia digantikan oleh Syabib bin Amir.
Wasiat Ali kepada Kumail
Ali al-Mada'ini menyebutkan bahwa di antara penduduk Kufah yang tekun beribadah adalah salah satunya adalah Kumail.
Ia termasuk di antara sekelompok penduduk Kufah yang berbicara kasar kepada gubernurnya, Sa'id bin al-Ash, di majelisnya. Akibat perbuatannya dan sekelompok orang lainnya, Sa'id melaporkan masalah tersebut kepada Khalifah Utsman bin Affan. Utsman kemudian menyuruhnya agar mereka diasingkan ke Syam.
Setelah Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, Kumail termasuk di antara sahabatnya dan ikut serta bersamanya dalam Pertempuran Shiffin.
Ali pernah mengangkatnya menjadi gubernur wilayah Al-Jazirah setelah berhasil menguasainya. Gubernur yang pernah diangkat Ali sebelum Kumail adalah Malik al-Asytar.
Di wilayah ini, ia memiliki peranan dalam melawan pasukan Muawiyah bin Abu Sufyan yang ingin menyerang wilayahnya. Ia digantikan oleh Syabib bin Amir.
Wasiat Ali kepada Kumail