Infrastruktur Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Tim langit 7
Kamis, 19 Desember 2024 - 06:15 WIB
Keynote speech oleh Muhammad Rachmat Kaimuddin, Deputi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinasi Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam acara Suara Surabaya Economic Forum (SSEF)
Pemerintah Indonesia tengah giat membangun infrastruktur untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan dan mencapai swasembada pangan serta energi.
Hal ini diungkapkan Deputi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin dalam Suara Surabaya Economic Forum "Economic Dynamic 2025: Global Trends and Local Strategy" di Surabaya, Rabu (18/12/2024).
"Infrastruktur memainkan peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan dan energi. Dengan infrastruktur yang memadai, kita bisa meningkatkan produksi, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan ketahanan pangan dan energi," terang Rachmat.
Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya menyambut baik upaya pemerintah tersebut.
Denny Yan Rustanto Ketua Umum BPC HIPMI Surabaya, menyatakan bahwa dunia usaha saat ini membutuhkan angin segar setelah melewati masa-masa sulit akibat pandemi dan ketidakpastian global.
"Tahun 2025 diharapkan bisa menjadi angin segar bagi pengusaha untuk mendapatkan kesempatan menembus ekonomi global," kata Denny.
Baca juga:Usulan Presiden Agar Parpol Ubah Sistem Pemilu Layak Didukung
Hal ini diungkapkan Deputi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin dalam Suara Surabaya Economic Forum "Economic Dynamic 2025: Global Trends and Local Strategy" di Surabaya, Rabu (18/12/2024).
"Infrastruktur memainkan peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan dan energi. Dengan infrastruktur yang memadai, kita bisa meningkatkan produksi, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan ketahanan pangan dan energi," terang Rachmat.
Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya menyambut baik upaya pemerintah tersebut.
Denny Yan Rustanto Ketua Umum BPC HIPMI Surabaya, menyatakan bahwa dunia usaha saat ini membutuhkan angin segar setelah melewati masa-masa sulit akibat pandemi dan ketidakpastian global.
"Tahun 2025 diharapkan bisa menjadi angin segar bagi pengusaha untuk mendapatkan kesempatan menembus ekonomi global," kata Denny.
Baca juga:Usulan Presiden Agar Parpol Ubah Sistem Pemilu Layak Didukung