home edukasi & pesantren

Apa itu Slow Living? Mengenal Manfaat dan Cara Memulainya

Kamis, 19 Desember 2024 - 18:21 WIB
Ilustrasi slow living. (Sumber: Love to Know)
Slow living kini menjadi tren di tengah ritme kehidupan serba cepat. Gaya hidup ini menawarkan keseimbangan dengan memprioritaskan hal-hal berharga, membantu seseorang untuk hidup lebih bermakna.

Slow living bukan berarti menjalani hidup dengan melambat, melainkan menyesuaikan kecepatan aktivitas sesuai kebutuhan. Menurut Laura Malloy dari Benson-Henry Institute for Mind Body Medicine, slow living adalah tentang melakukan lebih banyak hal dengan fokus dan tujuan yang lebih besar.

Konsep slow living mulai berkembang pada 1980 di Italia, berakar pada prinsip voluntary simplicity yang dicetuskan oleh Richard B. Gregg dalam bukunya The Value of Voluntary Simplicity. Gerakan ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, menekankan hidup dengan kesadaran dan intensionalitas.

Baca Juga:Ragam Gaya Modest Fashion dan Seni Dunia Tampil Apik di Istanbul

Manfaat Slow Living

1. Lebih banyak waktu untuk diri sendiri

Slow living membantu seseorang lebih memahami diri, mengelola stres, dan menikmati momen berharga. Dengan mengurangi aktivitas seperti scrolling media sosial, waktu luang dapat dimanfaatkan untuk refleksi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya