Kisah Tabiin Hasan al-Bashri yang Membuat Penguasa Irak Gagal Membunuhnya
Tim langit 7
Sabtu, 21 Desember 2024 - 04:30 WIB
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri yang Membuat Penguasa Irak Gagal Membunuhnya
LANGIT7.ID-Jakarta; Suatu ketika Hasan al-Bashri membuat banyak pejabat Irak terheran-heran. Tak dinyana, penguasa Irak, Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, yang telah menyiapkan algojo untuk membunuhnya, tiba-tiba luruh setelah berhadapan dengannya.
Hasan al-Bashri adalah ulama yang paling vokal melontarkan kritik terhadap Hajjaj yang bertindak sewenang-wenang. Kala itu, tak banyak orang yang berani melawan penguasa yang tiran macam Hajjaj.
Suatu ketika, Hajjaj membangun istana yang megah untuk dirinya di kota Wasit. Ketika pembangunan selesai, diundangnya orang-orang untuk melihat dan mendoakannya. Hasan al-Bashri tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang baik itu.
Ketika Hasan al-Bashri tiba di tempat itu dan melihat begitu banyak orang mengelilingi istana yang megah dan indah dengan halamannya yang luas, beliau berdiri untuk berkhotbah.
Di antara yang beliau sampaikan adalah: “Kita mengetahui apa yang dibangun oleh manusia yang paling kejam dan kita dapati Fir’aun yang membangun istana yang lebih besar dan lebih megah daripada bangunan ini. Namun kemudian Allah membinasakan Fir’aun beserta apa yang dibangunnya. Andai saja Hajjaj bahwa penghuni langit telah membencinya dan penduduk bumi telah memperdayakannya…”
Beliau terus mengkritik dan mengecam hingga beberapa orang mengkhawatirkan keselamatannya dan memintanya berhenti: “Cukup Wahai Abu Sa’id, cukup.”
Namun Hasan al-Bashri berkata, “Wahai saudaraku, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengambil sumpah dari ulama agar menyampaikan kebenaran kepada manusia dan tak boleh menyembunyikannya.”
Hasan al-Bashri adalah ulama yang paling vokal melontarkan kritik terhadap Hajjaj yang bertindak sewenang-wenang. Kala itu, tak banyak orang yang berani melawan penguasa yang tiran macam Hajjaj.
Suatu ketika, Hajjaj membangun istana yang megah untuk dirinya di kota Wasit. Ketika pembangunan selesai, diundangnya orang-orang untuk melihat dan mendoakannya. Hasan al-Bashri tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang baik itu.
Ketika Hasan al-Bashri tiba di tempat itu dan melihat begitu banyak orang mengelilingi istana yang megah dan indah dengan halamannya yang luas, beliau berdiri untuk berkhotbah.
Di antara yang beliau sampaikan adalah: “Kita mengetahui apa yang dibangun oleh manusia yang paling kejam dan kita dapati Fir’aun yang membangun istana yang lebih besar dan lebih megah daripada bangunan ini. Namun kemudian Allah membinasakan Fir’aun beserta apa yang dibangunnya. Andai saja Hajjaj bahwa penghuni langit telah membencinya dan penduduk bumi telah memperdayakannya…”
Beliau terus mengkritik dan mengecam hingga beberapa orang mengkhawatirkan keselamatannya dan memintanya berhenti: “Cukup Wahai Abu Sa’id, cukup.”
Namun Hasan al-Bashri berkata, “Wahai saudaraku, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengambil sumpah dari ulama agar menyampaikan kebenaran kepada manusia dan tak boleh menyembunyikannya.”