Nusantara Palestina Center dan DT Peduli Bangun Pabrik Air Minum Gratis di Jalur Gaza
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 18 September 2021 - 13:18 WIB
Wali Kota Gaza, Yahya Al-Sarraj memasang peletakan batu pertama pembangunan pabrik air minum gratis untuk warga di Gaza yang didanai DT Peduli dan Nusantara Palestina Center (NPC). Foto: Dok NPC
Pelatakan batu pertama pembangunan pabrik air minum gratis untuk warga Palestina di Gaza, palestina sudah dilakukan. Daarut Tauhid (DT) Peduli dan Nusantara Palestina Center (NPC) merupakan dua lembaga kemanusiaan Indonesia yang memprakarsai pembangunan tersebut.
Wali Kota Gaza Yahya Al-Sarraj yang turut hadir langsung dalam acara tersebut mengapresiasi pembangunan pabrik karena wilayahnya sedang dilanda krisis air. Sementara, Pembina NPC Abdillah Onim mengatakan, pabrik tersebut ditargetkan selesai dibangun pada akhir Desember sehingga airnya bisa langsung dimanfaatkan.
Baca Juga:Didesak Banyak Pihak, Muslimah Palestina yang Hamil di Penjara Israel Dibebaskan
Onim menambahkan, pembangunan pabrik menelan biaya sekitar 550.000 dolar Amerika Serikat atau Rp7,8 miliar. Pembuatan pabrik air minum tersebut nantinya juga dilengkapi empat armada truk berkapasitas 6.000 liter untuk mendistribusikan air serta genset.
Mengingat, Gaza juga dilanda krisis listrik. Onim menambahkan, dana untuk operasional pabrik tersebut juga akan bersumber dari sumbangan para donatur. Pabrik yang didirikan di atas lahan seluas 477 meter persegi itu mampu memproduksi 350.000 liter per hari.
"Sumber dananya dari masyarakat Indonesia melalui donatur DT Peduli dan juga donatur NPC di seluruh Indonesia dan tentunya masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri," kata Onim yang bermukim di Jalur Gaza dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (17/9/2021).
Baca Juga:Spirit of Aqsa Perkuat Urusan Umat hingga Pemahaman Soal Palestina
Wali Kota Gaza Yahya Al-Sarraj yang turut hadir langsung dalam acara tersebut mengapresiasi pembangunan pabrik karena wilayahnya sedang dilanda krisis air. Sementara, Pembina NPC Abdillah Onim mengatakan, pabrik tersebut ditargetkan selesai dibangun pada akhir Desember sehingga airnya bisa langsung dimanfaatkan.
Baca Juga:Didesak Banyak Pihak, Muslimah Palestina yang Hamil di Penjara Israel Dibebaskan
Onim menambahkan, pembangunan pabrik menelan biaya sekitar 550.000 dolar Amerika Serikat atau Rp7,8 miliar. Pembuatan pabrik air minum tersebut nantinya juga dilengkapi empat armada truk berkapasitas 6.000 liter untuk mendistribusikan air serta genset.
Mengingat, Gaza juga dilanda krisis listrik. Onim menambahkan, dana untuk operasional pabrik tersebut juga akan bersumber dari sumbangan para donatur. Pabrik yang didirikan di atas lahan seluas 477 meter persegi itu mampu memproduksi 350.000 liter per hari.
"Sumber dananya dari masyarakat Indonesia melalui donatur DT Peduli dan juga donatur NPC di seluruh Indonesia dan tentunya masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri," kata Onim yang bermukim di Jalur Gaza dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (17/9/2021).
Baca Juga:Spirit of Aqsa Perkuat Urusan Umat hingga Pemahaman Soal Palestina