LANGIT7.ID, Gaza - Pelatakan batu pertama pembangunan pabrik air minum gratis untuk warga Palestina di Gaza, palestina sudah dilakukan. Daarut Tauhid (DT) Peduli dan Nusantara Palestina Center (NPC) merupakan dua lembaga kemanusiaan Indonesia yang memprakarsai pembangunan tersebut.
Wali Kota Gaza Yahya Al-Sarraj yang turut hadir langsung dalam acara tersebut mengapresiasi pembangunan pabrik karena wilayahnya sedang dilanda krisis air. Sementara, Pembina NPC Abdillah Onim mengatakan, pabrik tersebut ditargetkan selesai dibangun pada akhir Desember sehingga airnya bisa langsung dimanfaatkan.
Baca Juga: Didesak Banyak Pihak, Muslimah Palestina yang Hamil di Penjara Israel DibebaskanOnim menambahkan, pembangunan pabrik menelan biaya sekitar 550.000 dolar Amerika Serikat atau Rp7,8 miliar. Pembuatan pabrik air minum tersebut nantinya juga dilengkapi empat armada truk berkapasitas 6.000 liter untuk mendistribusikan air serta genset.
Mengingat, Gaza juga dilanda krisis listrik. Onim menambahkan, dana untuk operasional pabrik tersebut juga akan bersumber dari sumbangan para donatur. Pabrik yang didirikan di atas lahan seluas 477 meter persegi itu mampu memproduksi 350.000 liter per hari.
"Sumber dananya dari masyarakat Indonesia melalui donatur DT Peduli dan juga donatur NPC di seluruh Indonesia dan tentunya masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri," kata Onim yang bermukim di Jalur Gaza dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (17/9/2021).
Baca Juga: Spirit of Aqsa Perkuat Urusan Umat hingga Pemahaman Soal PalestinaOnim mengungkapkan, sekitar 95 persen penduduk Jalur Gaza yang berjumlah lebih dari dua juta orang tidak memiliki ke akses air yang aman. Menurutnya, sebagian besar warga Gaza membeli air dari pedagang swasta dengan biaya tinggi serta tanpa kontrol mutu atau dengan air impor. Selain menambah pasokan air minum untuk warga miskin dan dhuafa di Jalur Gaza, pabrik tersebut juga diproyeksikan membuka peluang pekerjaan bagi warga setempat. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga:
Remaja Palestina Tewas di Tangan Tentara Israel
Mushalla Al Marwani, Awalnya Gudang, lalu Kandang Kuda, Kini Jadi Tempat Sujud(asf)