LANGIT7.ID, Jakarta - Mushalla Al Marwani berlokasi di areal bawah tanah Masjidil Aqsa. Ruang shalat ini awalnya gudang, lalu menjadi kandang kuda dan kini jadi tempat ummat Islam beribadah menyembah Allah subhanahu wata ala.
Mushalla Al Marwani terletak di bawah tanah pelataran Masjid Al Aqsa bagian tenggara yang terdiri dari 16 lorong, dengan luas lebih dari empat ribu meter persegi.
Dinding selatan dan timurnya bersilangan dengan dinding Masjid Al Aqsa, serta dinding Kota Tua Al Quds (Yerusalem). Bagian ini dikenal sebagai Permukiman Timur, yakni kawasan yang ditata kekhalifahan Umayyah agar sisi selatan dan utara Masjid Al Aqsa sama rata.
Baca Juga: Ummat Islam Skotlandia Jalan Kaki Sejauh 30 Mil Demi Bangun MasjidSaat era Khalifah Abul Malik bin Marwan, area bawah tanah itu dijadikan sebagai tempat penyimpanan atau gudang karena besarnya ruangan. Sekarang, ruang bawah tanah itu dapat menampung hingga 10.000 jamaah.
Fungsi ruang bawah tanah itu kemudian berubah ketika Masjid Al Aqsa berada di bawah kekuasaan tentara salib. Mushalla Al Marwani dijadikan sebagai kandang kuda para pasukan perang.
Shalahuddin Al Ayyubi berhasil membebaskan Masjid Al Aqsa dari pasukan salib. Dia pun mengembalikan mushalla ini ke fungsi asalnya sebagai tempat pemerataan sisi utara dan selatan masjid serta sebagai tempat penyimpanan atau gudang hingga zionis menjajah Palestina.
Pada akhir tahun 1995, tersebar dokumen rahasia mengenai pembagian Masjid Al Aqsa. Surat itu menghendaki pembagian wilayah kaum Muslim yang berada di atas tanah, sementara di bawah tanah Masjid Al Aqsha diakui oleh kaum Yahudi.
Pembagian ini bertujuan mengambil alih kendali ruang bawah tanah di kawasan Al Aqsa agar dimiliki kaum Yahudi untuk dijadikan tempat peribadahan mereka. Bobornya rencana itu mendapat penolakan dari masyarakat Palestina.
Syekh Raed Salah, seorang Aktivitas Politik dan Dakwah berinisitaif menjadikan ruang itu sebagai tempat beribadah ummat Islam. Dibantu para penduduk Palestina, dia merenovasi gudang itu, membersihkan sisa-sisa kotoran kuda di dalamnya lalu membuat pintu gerbang besar, memasangi lampu, membuat toilet, membuat majelis-majelis terutama majelis Selasa yang kini dihadiri oleh 5.000 muslim setiap pekan.
Tindakan itu membuat Israel marah dan menyebarkan isu bahwa umat Islam membuat masjid rahasia di bawah masjid Al Aqsa dan meminta agar mengeluarkan perintah pengadilan agar menghentikan renovasi yang dilakukan.
Namun, Syekh terus melakukan renovasi karena pekerjaan itu adalah justru menjaga masjid Al Aqsa yang terancam rubuh karena penggalian Israel di bawahnya. Zionis Israel mengancam akan menghentikan saluran air ke masjid Al Aqsa, dan ancaman itu benar-benar dilakukan.
Israel menghalangi truk-truk besar yang membawa bahan bangunan untuk renovasi Mushala Marwani. Namun Lembaga Al Aqsa tetap berhasil menyelesaikan pekerjaan terbesar dan meresmikannya pada Desember 1999.
(bal)