Kunjungi Surakarta dan Karangayar, Menteri PPN Suharso Dorong Strategi Pengembangan UMKM
Mahmuda attar hussein
Ahad, 19 September 2021 - 07:30 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat kunjungan kerja ke Solo. Foto: Humas Bappenas
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memulai Kunjungan Kerja Solo dengan meninjau fasilitas, pelayanan dan program kesehatan serta proses vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Jumat (17/9).
Menteri Suharso juga berdialog dengan warga tentang pelayanan kesehatan, utamanya fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS. “Selain terus mendorong vaksinasi Covid-19, testing dan tracingjuga sangat penting, ini kunci kita untuk menangani pandemi,” ujar Menteri Suharso.
Dari RSUD Karanganyar, Menteri Suharso menyambangi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ubigo, produsen molen ubi ungu yang didirikan secara patungan modal, Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Batik Sekar Girilayu, penghasil batik secara tradisional, serta e-Warong Mojosongo Sentosa 2, warung kelontong yang berdiri sejak 2017.
Baca juga:Bappenas Siapkan Tiga Strategi Dukung Ekonomi Hijau
UMKM dan KUBe di Solo terus berupaya agar tetap produktif, terlebih sebetulnya, sebelum Covid-19 melanda, Tingkat Kemiskinan Solo Raya telah mengalami penurunan signifikan. Pada 2020, Kabupaten Sukoharjo memiliki tingkat kemiskinan terendah yaitu 7,68 persen, sedangkanKabupaten Sragen memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Solo Raya dengan angka 13,38 persen.
Sebagai upaya pemulihan ekonomi, pemerintah mendorong implementasi Program Keluarga Harapan yang diberikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga memberikan bantuan stimulan usaha Kelompok Usaha Bersama (KUBe). Peningkatan skala ekonomi dan perluasan pemasaran dimulai dari KPM yang diberikan bantuan sosial stimulan permodalan untuk KUBe.
Baca juga:Krisis Ekonomi, Bappenas Gandeng Insinyur dalam Rencana Program Pembangunan Nasional
Menteri Suharso juga berdialog dengan warga tentang pelayanan kesehatan, utamanya fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS. “Selain terus mendorong vaksinasi Covid-19, testing dan tracingjuga sangat penting, ini kunci kita untuk menangani pandemi,” ujar Menteri Suharso.
Dari RSUD Karanganyar, Menteri Suharso menyambangi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ubigo, produsen molen ubi ungu yang didirikan secara patungan modal, Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Batik Sekar Girilayu, penghasil batik secara tradisional, serta e-Warong Mojosongo Sentosa 2, warung kelontong yang berdiri sejak 2017.
Baca juga:Bappenas Siapkan Tiga Strategi Dukung Ekonomi Hijau
UMKM dan KUBe di Solo terus berupaya agar tetap produktif, terlebih sebetulnya, sebelum Covid-19 melanda, Tingkat Kemiskinan Solo Raya telah mengalami penurunan signifikan. Pada 2020, Kabupaten Sukoharjo memiliki tingkat kemiskinan terendah yaitu 7,68 persen, sedangkanKabupaten Sragen memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Solo Raya dengan angka 13,38 persen.
Sebagai upaya pemulihan ekonomi, pemerintah mendorong implementasi Program Keluarga Harapan yang diberikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga memberikan bantuan stimulan usaha Kelompok Usaha Bersama (KUBe). Peningkatan skala ekonomi dan perluasan pemasaran dimulai dari KPM yang diberikan bantuan sosial stimulan permodalan untuk KUBe.
Baca juga:Krisis Ekonomi, Bappenas Gandeng Insinyur dalam Rencana Program Pembangunan Nasional