Pesan UAH tentang Amalan Puasa Rajab: Gunakan Sandaran Hadis yang Shahih
Esti setiyowati
Kamis, 02 Januari 2025 - 14:47 WIB
Ustaz Adi Hidayat. Foto: Istimewa.
Rajab adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di momen ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh karena segala ibadah yang dilakukan bakal dilipatgandakan.
Ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan di bulan Rajab, di antaranya memperbanyaksedekah, berdzikir, istighfar hingga berpuasa.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat atau UAH mengungkap ada beberapa hadis terkait keutamaan amalan Rajab yang sering dijadikan rujukan ternyata palsu.
Baca juga: KH Ma’ruf Khozin Beberkan Pandangan 4 Mazhab soal Puasa Rajab
“Contoh, pernah dengar kalimat ini? ‘Siapa yang menunaikan sholat di malam Jumat di bulan Rajab di antara isya sampai fajar. Dia bacakan rakaat pertama setelah Al-Fatihah kemudian dibacakan surah A, surah B, sampai lainnya, maka akan diampuni dosa-dosanya, dibebaskan dari neraka.’ Pernah denger kalimat itu? Ini hadisnya hadis palsu. Bahkan, di kitab hadis palsunya tidak ditemukan, saking palsunya hadis ini,” jelas UAH.
Ulama Muhammadiyah ini pun menyebut contoh lain hadis palsu terkait keutamaan puasa Rajab.
"Pernah dengar hadis ini? Di surga itu ada satu pintu, satu sungai, nama sungainya sungai Rajab. Puasa sehari di bulan Rajab maka Anda akan diampuni semua dosa, dibebaskan dari neraka. Kalau sudah dibebaskan dari neraka, ngapain puasa Ramadhan?" kata UAH dikutip dari kanal Youtube Audio Dakwah, dikutip Kamis (2/1/2025).
Ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan di bulan Rajab, di antaranya memperbanyaksedekah, berdzikir, istighfar hingga berpuasa.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat atau UAH mengungkap ada beberapa hadis terkait keutamaan amalan Rajab yang sering dijadikan rujukan ternyata palsu.
Baca juga: KH Ma’ruf Khozin Beberkan Pandangan 4 Mazhab soal Puasa Rajab
“Contoh, pernah dengar kalimat ini? ‘Siapa yang menunaikan sholat di malam Jumat di bulan Rajab di antara isya sampai fajar. Dia bacakan rakaat pertama setelah Al-Fatihah kemudian dibacakan surah A, surah B, sampai lainnya, maka akan diampuni dosa-dosanya, dibebaskan dari neraka.’ Pernah denger kalimat itu? Ini hadisnya hadis palsu. Bahkan, di kitab hadis palsunya tidak ditemukan, saking palsunya hadis ini,” jelas UAH.
Ulama Muhammadiyah ini pun menyebut contoh lain hadis palsu terkait keutamaan puasa Rajab.
"Pernah dengar hadis ini? Di surga itu ada satu pintu, satu sungai, nama sungainya sungai Rajab. Puasa sehari di bulan Rajab maka Anda akan diampuni semua dosa, dibebaskan dari neraka. Kalau sudah dibebaskan dari neraka, ngapain puasa Ramadhan?" kata UAH dikutip dari kanal Youtube Audio Dakwah, dikutip Kamis (2/1/2025).