Kisah Tabiin Al-Qasim Cucu Abu Bakar Shiddiq: Di Bawah Asuhan Siti Aisyah
Miftah yusufpati
Jum'at, 03 Januari 2025 - 04:40 WIB
Kisah Tabiin Al-Qasim Cucu Abu Bakar Shiddiq: Di Bawah Asuhan Siti Aisyah
LANGIT7.ID-Jakarta; Al-Qasim adalah putra Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ibunya adalah putri Yazdajir, raja Persia yang terakhir. Sedangkan bibinya dari pihak ayah adalah Aisyah ra, Ummul Mukminin.
Dialah adalah satu dari tujuh fuqaha Madinah, yang paling utama ilmunya pada zamannya, paling tajam kecerdasan otaknya dan paling bagus sifat wara’-nya.
Dr. Abdurrahman Ra’at Basya dalam bukunya yang berjudul “Mereka adalah Para Tabi’in” menceritakan Al-Qasim bin Muhammad lahir pada akhir masa khilafah Utsman bin Affan.
Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya anak ini, badai fitnah semakin dahsyat menerpa kaum muslimin. Hingga mengakibatkan terbunuhnya khalifah yang zuhud, ahli ibadah, Dzun Nurain Utsman bin Affan sebagai syuhada, sedangkan Al-Qur’an berada pada dekapannya.
Tak lama setelah itu muncul sengketa besar antara Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra dengan Mu’awiyah bin Abi Sufyan bin Harb, gubernur untuk wilayah Syam.
Dalam rangkaian keadaan genting dan peristiwa-peristiwa yang mencekam itu, anak tersebut mendapati dirinya bersama adik perempuannya dibawa dari Madinah ke Mesir, menyusul kedua orang tuanya. Ayahnya diangkat menjadi gubernur Mesir oleh khilafah Ali bin Abi Thalib ra.
Di kota ini ia harus menyaksikan cakar-cakar fitnah dan mencengkeram makin jauh sampai akhirnya ayah beliau meninggal dengan cara yang keji.
Dialah adalah satu dari tujuh fuqaha Madinah, yang paling utama ilmunya pada zamannya, paling tajam kecerdasan otaknya dan paling bagus sifat wara’-nya.
Dr. Abdurrahman Ra’at Basya dalam bukunya yang berjudul “Mereka adalah Para Tabi’in” menceritakan Al-Qasim bin Muhammad lahir pada akhir masa khilafah Utsman bin Affan.
Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya anak ini, badai fitnah semakin dahsyat menerpa kaum muslimin. Hingga mengakibatkan terbunuhnya khalifah yang zuhud, ahli ibadah, Dzun Nurain Utsman bin Affan sebagai syuhada, sedangkan Al-Qur’an berada pada dekapannya.
Tak lama setelah itu muncul sengketa besar antara Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra dengan Mu’awiyah bin Abi Sufyan bin Harb, gubernur untuk wilayah Syam.
Dalam rangkaian keadaan genting dan peristiwa-peristiwa yang mencekam itu, anak tersebut mendapati dirinya bersama adik perempuannya dibawa dari Madinah ke Mesir, menyusul kedua orang tuanya. Ayahnya diangkat menjadi gubernur Mesir oleh khilafah Ali bin Abi Thalib ra.
Di kota ini ia harus menyaksikan cakar-cakar fitnah dan mencengkeram makin jauh sampai akhirnya ayah beliau meninggal dengan cara yang keji.