Mengenang Ustadz Alex alias Armand, Guru Ngaji Penggerak Syiar Islam
Muhajirin
Senin, 20 September 2021 - 13:45 WIB
ilustrasi seorang ustadz (foto: langit7.id/istock)
Santos (52 tahun) tak pernah menyangka sang adik, Ustadz Armand alias Ustadz Alex, menghembuskan nafas terakhir akibat peluru tajam. Ustadz Arman yang merupakan Ketua Majelis Taklim dan tokoh masyarakat Pinang, Tangerang dikenal tidak punya musuh.
Alex merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Ia sangat baik dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Ia lebih banyak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan masjid. Namun jalan cerita kehidupan Alex harus terhenti pada Sabtu malam (18/9/2021), Ia ditembak orang tak dikenal.
Peristiwa penembakan itu terjadi setelah Alex menunaikan shalat maghrib di masjid bersama anaknya. Pelaku penembakan terindikasi sudah berada di lokasi sebelum magrib. Pelaku sempat membeli jajanan lalu duduk sambil melihat situasi.
Sampai saat ini, kematian Alex masih menimbulkan tanda tanya. Apa yang melatari orang tak dikenal tersebut tega menembak mati guru ngaji tersebut.
Selain aktif berbagi ilmu, Alex juga dikenal sebagai sosok yang bisa melakukan pengobatan alternatif. Menurut Ketua RW tempat Alex tinggal, Ahmad Mangku, ia kerap menerima pasien. Mangku termasuk salah satu orang yang kaget atas peristiwa penembakan itu.
“Beliau seorang ustadz ketua taklim penggerak syiar Islam di lingkungan RT 02/RW 05, artinya beliau orang sangat baik,” kata Mangku kepada wartawan.
Ia menyebut masyarakat sangat terpukul saat mendengar idola mereka dimakamkan. Terlebih lagi di kampung itu dikenal aman dan tidak pernah terjadi peristiwa serupa sebelumnya. Mangku berharap pihak kepolisian segera mengungkap perkara tersebut. Apalagi aksi penembakan itu terekam kamera pengintai CCTV.
Alex merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Ia sangat baik dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Ia lebih banyak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan masjid. Namun jalan cerita kehidupan Alex harus terhenti pada Sabtu malam (18/9/2021), Ia ditembak orang tak dikenal.
Peristiwa penembakan itu terjadi setelah Alex menunaikan shalat maghrib di masjid bersama anaknya. Pelaku penembakan terindikasi sudah berada di lokasi sebelum magrib. Pelaku sempat membeli jajanan lalu duduk sambil melihat situasi.
Sampai saat ini, kematian Alex masih menimbulkan tanda tanya. Apa yang melatari orang tak dikenal tersebut tega menembak mati guru ngaji tersebut.
Selain aktif berbagi ilmu, Alex juga dikenal sebagai sosok yang bisa melakukan pengobatan alternatif. Menurut Ketua RW tempat Alex tinggal, Ahmad Mangku, ia kerap menerima pasien. Mangku termasuk salah satu orang yang kaget atas peristiwa penembakan itu.
“Beliau seorang ustadz ketua taklim penggerak syiar Islam di lingkungan RT 02/RW 05, artinya beliau orang sangat baik,” kata Mangku kepada wartawan.
Ia menyebut masyarakat sangat terpukul saat mendengar idola mereka dimakamkan. Terlebih lagi di kampung itu dikenal aman dan tidak pernah terjadi peristiwa serupa sebelumnya. Mangku berharap pihak kepolisian segera mengungkap perkara tersebut. Apalagi aksi penembakan itu terekam kamera pengintai CCTV.