home global news

DMI Dorong Menko PMK Susun Rencana untuk Anak Terdampak Covid-19

Senin, 20 September 2021 - 15:52 WIB
Ilustrasi anak yatim. Foto: Istimewa
Dampak pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap berbagai sektor kehidupan, seperti bertambahnya anak yatim dan angka putus sekolah. Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Dewan Masjid Indonesia (DMI) Natsir Zubaidi mendorong pemerintah melalui Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) segera menyusun rencana aksi nasional, terhadap dampak pandemi Covid-19, khususnya anak yatim dan putus sekolah.

"Institusi umat Islam, seperti masjid, pesantren, Baznas, dan Laznas ormas Islam hendaknya tanggap serta siap untuk penanganan anak yatim dan anak putus sekolah karena dampak pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini," kata Natsir dalam keterangannya kepada LANGIT7.ID, Senin (20/9/2021).

Baca Juga:Forum Zakat dan Menteri PPPA Salurkan Bantuan Yatim akibat Covid-19

Lebih lanjut, dia menilai jumlah anak yatim karena dampak pandemi cukup besar. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan Unicef tahun 2021 menyebutkan ada 22.227 yatim. Sedangkan anak yang putus sekolah berjumlah 938.

"Ini tentu akan terus bertambah. Baik mayoritas karena faktor ekonomi, karena ditinggalkan orang tua atau pemutusan Hubungan kerja (PHK)," tuturnya.

Pendiri Institut Risalah Peradaban (IRP) mengingatkan agar penanganan anak dampak pandemi Covid-19 ini dilaksanakan secara profesional dan komprehensif. Ini dengan melibatkan Instansi terkait dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembinaan anak yatim dan putus sekolah.

Baca Juga:Sejarah Masjid Nabawi, Dibangun di Tanah Milik Anak Yatim
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
anak yatim kemenko pmk natsir zubaidi dewan masjid indonesia covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya