Berapa Kilometer Jarak Isra dan Mikraj yang Ditempuh Nabi? Begini Penjelasannya
Miftah yusufpati
Kamis, 09 Januari 2025 - 15:10 WIB
Mikraj itu menembus dimensi ruang menuju ke dimensi yang lebih tinggi. News Agency
KANGIT7.ID - Berapa kilometer jarak yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra dan Mikraj? Lalu, berapa kecepatan perjalanan itu?
Prof Agus Purwanto menjelaskan, peristiwa Isra Mikraj tidak bisa dijelaskan dengan Teori Relativitas Khusus yaitu dengan teori Kecepatan Cahaya, karena jika memakai teori tersebut, Rasulullah SAW belum keluar dari sistem tata surya.
"Untuk menjelaskan peristiwa tersebut bisa menggunakan Teori Relativitas Umum. Berarti mengisyaratkan adanya ruang dengan dimensi tinggi, immaterial atau gaib di sekitar kita," ungkap Guru Besar Teori Fisika ITS ini dalam sebuah Pengajian Online Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Cahaya ini diketahui oleh ilmuan dan diidentifikasi bahwa kecepatan cahaya itu 300.000 km/detik. "Sehingga jika cahaya ini melingkar mengelilingi bumi, maka satu detik ini bisa mengelilingi bumi sekitar 6 sampai 7 kali,” jelasnya.
Ia meneruskan, Isra sebagai perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan Mikraj yang artinya bergerak ke langit ke tujuh (sidratul muntaha).
Baca juga: Kisah Isra Mikraj Jadi Bahan Olok-Olok Abu Jahal: Abu Bakar Berjuluk Ash-Shiddiq
Jika disimplikasi, maka isra adalah perjalanan horizontal dan mikraj adalah perjalanan vertikal. “Kita asumsikan kejadian mulai bakda salat isya atau jam 20.00 sampai jam 4.00 pagi menjelang subuh. Jadi membutuhkan waktu 8 jam, karena perjalanannya bolak-balik, maka antara pulang pergi memerlukan waktu yang sama 4 jam,” urai anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini seperti dilansir laman resmi Muhammadiyah.
Prof Agus Purwanto menjelaskan, peristiwa Isra Mikraj tidak bisa dijelaskan dengan Teori Relativitas Khusus yaitu dengan teori Kecepatan Cahaya, karena jika memakai teori tersebut, Rasulullah SAW belum keluar dari sistem tata surya.
"Untuk menjelaskan peristiwa tersebut bisa menggunakan Teori Relativitas Umum. Berarti mengisyaratkan adanya ruang dengan dimensi tinggi, immaterial atau gaib di sekitar kita," ungkap Guru Besar Teori Fisika ITS ini dalam sebuah Pengajian Online Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Cahaya ini diketahui oleh ilmuan dan diidentifikasi bahwa kecepatan cahaya itu 300.000 km/detik. "Sehingga jika cahaya ini melingkar mengelilingi bumi, maka satu detik ini bisa mengelilingi bumi sekitar 6 sampai 7 kali,” jelasnya.
Ia meneruskan, Isra sebagai perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan Mikraj yang artinya bergerak ke langit ke tujuh (sidratul muntaha).
Baca juga: Kisah Isra Mikraj Jadi Bahan Olok-Olok Abu Jahal: Abu Bakar Berjuluk Ash-Shiddiq
Jika disimplikasi, maka isra adalah perjalanan horizontal dan mikraj adalah perjalanan vertikal. “Kita asumsikan kejadian mulai bakda salat isya atau jam 20.00 sampai jam 4.00 pagi menjelang subuh. Jadi membutuhkan waktu 8 jam, karena perjalanannya bolak-balik, maka antara pulang pergi memerlukan waktu yang sama 4 jam,” urai anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini seperti dilansir laman resmi Muhammadiyah.